Kuota Siswa SD di SRT Madiun Belum Terpenuhi, Dinsos Terus Upayakan Penjangkauan
- 06 Okt 2026 11:35 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Madiun terus berupaya memenuhi kuota siswa di Sekolah Rakyat Terintegrasi (SRT) 1 Kabupaten Madiun. Pasalnya, hingga saat ini kapasitas penerimaan siswa di sekolah berbasis asrama tersebut masih belum terpenuhi secara maksimal, terutama pada jenjang Sekolah Dasar (SD).
Bupati Madiun, Hari Wuryanto, mengungkapkan penyebab belum terpenuhinya kuota jenjang SD adalah karena banyak anak yang belum terbiasa berpisah dengan orang tua untuk menjalani pendidikan berasrama. Untuk mengatasi kendala tersebut, Pemkab Madiun terus membenahi sarana dan layanan sekolah rakyat agar memiliki daya tarik tersendiri bagi anak-anak maupun orang tua.
"Sementara ini kita masih ada kekurangan, khususnya siswa di tingkat SD. Karena memang mengubah budaya anak harus berpisah dengan keluarga itu perlu penanganan yang luar biasa. Namun, kita akan terus lakukan sosialisasi dan mengajak masyarakat melihat langsung kondisi di Sekolah Rakyat. Sekolah ini terus kita perbaiki betul sekolah rakyat ini sehingga menjadi daya tarik tersendiri," ujar Hari, Senin 5 Oktober 2026.
Sementara itu, Kepala SRT 1 Kabupaten Madiun, Rohmah Agustin Setyowuni, menjelaskan dari kapasitas 360 siswa, SRT 1 Kabupaten Madiun memiliki kuota sebanyak 270 siswa untuk wilayah Kabupaten Madiun. Jumlah siswa terbanyak berada di jenjang SMP dengan 150 anak, sedangkan jumlah siswa SD masih paling rendah.
"Siswa paling banyak ada di jenjang SMP yaitu 150 anak. Yang paling kurang memang jenjang SD, karena usianya masih kecil sehingga orang tua kerap tidak tega melepasnya. Saat ini baru ada sekitar 84 siswa SD dari target kuota 90 anak, jadi masih kurang enam siswa," terang Agustin.
Agustin mengungkapkan saat ini masih tersedia sekitar 29 kuota yang bisa diisi siswa. "Kurang lebih kita masih punya 29 siswa yang boleh masuk," imbuhnya.
Guna memenuhi kuota tersebut, Dinas Sosial (Dinsos) bersama pilar-pilar sosial terus melakukan langkah penjangkauan ke masyarakat.
Kepala Dinsos Kabupaten Madiun, Supriyadi menerangkan penjangkauan ini dilakukan dengan mendatangi warga secara langsung ke rumah dan desa masing-masing. Langkah edukasi dan motivasi diberikan agar anak-anak yang sempat terkendala biaya tetap bisa melanjutkan pendidikan di sekolah rakyat.
"Kita lakukan penjangkauan ke rumahnya, ke desanya dan lain-lain, kita motivasi anaknya untuk bisa bersekolah di sekolah rakyat," tutur Supriyadi.
"Seperti biasa yang sudah-sudah kita lakukan bahwa kita selalu mengandalkan jaringan yang sampai ke bawah. Itu teman-teman daripada pilar-pilar sosial, baik itu PKH, Tagana, SLRT dan lain-lain sebagainya," imbuhnya.
Supriyadi menambahkan upaya tersebut juga melibatkan camat serta kepala desa dan lurah. Bupati Madiun, ungkap Supriyadi, juga telah meminta para camat dan kepala desa untuk aktif menyisir wilayah mereka. Jika mengetahui ada anak yang putus sekolah akibat keterbatasan ekonomi, pihak desa diminta segera berkoordinasi dan mengarahkan mereka ke pihak Sekolah Rakyat Terintegrasi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....