Angka Bisa Dihitung, Karakter Harus Ditumbuhkan
- 30 Sep 2026 05:46 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun – Nilai rapor bisa dijumlahkan. Sertifikat bisa dikumpulkan.
Medali bisa dihitung. Namun, ada bagian terpenting dari pendidikan yang tidak sesederhana itu untuk diukur, yakni karakter peserta didik.
Di tengah budaya pendidikan yang kerap menempatkan prestasi akademik sebagai ukuran keberhasilan, pembentukan karakter dinilai tidak boleh berada di urutan belakang. Pendidikan bukan sekadar tentang siapa yang mendapat nilai tertinggi atau mengoleksi medali terbanyak, tetapi juga tentang bagaimana peserta didik tumbuh menjadi manusia yang berakhlak, mandiri, bertanggung jawab, dan mampu hidup sebagai bagian dari masyarakat.
Hal tersebut disampaikan Wenny Wijayanti, M.Pd., Dosen Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UKWMS Kampus Kota Madiun, saat menjadi narasumber dalam program Ngobras di Programa 1 RRI Madiun, Senin (28/9/2026).
Wenny menegaskan, pendidikan semestinya tidak berhenti pada pencapaian akademik. Prestasi yang diraih peserta didik perlu berjalan beriringan dengan proses pembentukan karakter.
“Bagaimana caranya agar prestasi, nilai rapor, juara bisa diimbangi dengan pendidikan karakter yang baik,” ujar Wenny.
Menurutnya, setiap memperingati Hari Pendidikan Nasional, berbagai persoalan dan capaian pendidikan kerap menjadi sorotan. Namun, perhatian terhadap prestasi akademik masih sering lebih dominan dibandingkan aspek karakter.
“Prestasi akademik saja yang biasanya ditonjolkan. Sekolah memberikan apresiasi kepada siswa yang memiliki prestasi, yang memiliki sertifikat atau medali yang banyak. Namun, pernahkah kita bertanya untuk apa sebenarnya pendidikan nasional itu kita jalankan?” katanya.
Wenny mengajak masyarakat pendidikan untuk kembali melihat tujuan pendidikan nasional secara lebih utuh. Pendidikan tidak hanya diarahkan untuk menghasilkan peserta didik yang memiliki kemampuan akademik, tetapi juga manusia yang memiliki nilai dan karakter.
Tujuan pendidikan nasional, lanjutnya, mencakup pengembangan potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab.
Dari berbagai tujuan tersebut, Wenny menilai hanya sebagian yang relatif mudah diterjemahkan dalam bentuk angka.
“Kalau kita baca pelan-pelan dari tujuan pendidikan nasional kita, ada yang menarik. Dari tujuan itu, yang bisa dihitung dengan angka hanya sebagian kecil, seperti berilmu dan cakap. Sisanya, iman, akhlak mulia, kemandirian, tanggung jawab, itu tidak bisa diukur dengan angka,” jelasnya.
Karena itu, keberhasilan pendidikan tidak semestinya hanya dilihat dari deretan angka di rapor, jumlah sertifikat, maupun banyaknya medali yang dibawa pulang peserta didik. Menurut Wenny Prestasi tetap penting sebagai bagian dari proses pendidikan. Namun, di balik setiap prestasi, sekolah dan keluarga memiliki tanggung jawab yang sama pentingnya untuk menumbuhkan karakter.
Sebab, angka dapat menunjukkan apa yang berhasil dicapai seorang siswa hari ini, tetapi karakter turut menentukan bagaimana capaian itu digunakan untuk menjalani kehidupan di masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....