Aktivitas Fisik Anak Jangan Diabaikan, Gangguan Tumbuh Kembang Bisa Mengintai

  • 05 Okt 2026 10:02 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun – Jangan anggap sepele ketika anak jarang bergerak atau mengalami keterlambatan dalam perkembangan motoriknya. Aktivitas fisik ternyata memiliki keterkaitan erat dengan proses tumbuh kembang anak, bahkan kurangnya stimulasi fisik dapat memperlambat kemampuan koordinasi, keseimbangan, hingga kemandirian anak.

Hal tersebut disampaikan Arif Budhi Santoso, pemilik Sekolah Anak Autis & Special Need DALTA OZORA Madiun, saat menjadi narasumber dalam acara Ruang Disabilitas dan Inklusi Programa 1 RRI Madiun, Sabtu (3/10/2026).

Arif menjelaskan, aktivitas fisik merupakan bagian penting dari proses pencapaian milestone tumbuh kembang anak. Perkembangan tersebut umumnya dimulai dari kemampuan motorik kasar, seperti menggerakkan tangan dan kaki, berguling, merayap, hingga merangkak.

Menurutnya, ketika proses gerak pada bayi mengalami gangguan atau keterlambatan, kondisi tersebut dapat memicu maupun memperberat gangguan tumbuh kembang di kemudian hari.

“Kalau pada anak atau pada bayi proses bergeraknya mengalami suatu gangguan, terlambat misalkan terlambat berjalan, kemudian bisa memicu ataupun memperberat proses gangguan tumbuh kembang di kemudian hari,” ujar Arif.

Sebaliknya, gangguan tumbuh kembang tertentu sejak lahir juga dapat memengaruhi kemampuan anak dalam melakukan aktivitas fisik. Arif mencontohkan anak dengan Cerebral Palsy (CP) yang sejak awal mengalami gangguan gerak, sehingga kondisi tersebut turut berpengaruh terhadap aktivitas dan kemampuan perkembangan lainnya, termasuk kemampuan berbicara.

Arif menegaskan, aktivitas fisik tidak dapat dipisahkan dari proses tumbuh kembang. Bahkan pada anak dengan perkembangan tipikal sekalipun, kurangnya aktivitas fisik dapat berdampak pada aspek lain, seperti rendahnya inisiatif, kemandirian, dan keaktifan anak.

“Kurangnya aktivitas fisik pada seseorang bisa memicu ataupun memperberat gangguan tumbuh kembang. Untuk anak-anak dengan kondisi tipikal normal pun kalau aktivitas fisiknya kurang pasti akan berpengaruh kepada aspek yang lain. Jadi malas, kurang berinisiatif, kurang mandiri dan sebagainya,” jelasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....