Cuaca Madiun Raya 18-20 September, Cerah Berawan, Waspadai Hujan Lokal Ngawi, Magetan

  • 18 Sep 2026 11:25 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Fenomena El Niño kategori sangat kuat yang berlangsung bersamaan dengan musim kemarau membuat kondisi atmosfer Indonesia cenderung kering, tutupan awan minim, dan suhu permukaan meningkat. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Nganjuk merilis, sejumlah wilayah juga mengalami Hari Tanpa Hujan atau HTH kategori ekstrem (lebih 60 hari berturut-turut). Sehingga potensi kebakaran hutan dan lahan di Jawa Timur masih perlu diwaspadai. Pengamat Meteorologi dan Geofisika BMKG Nganjuk, Setiyaris mengungkapkan, dalam tiga hari ke depan, terdapat gangguan atmosfer berupa gelombang Kelvin yang dapat meningkatkan aktivitas konveksi dan pertumbuhan awan di sejumlah wilayah. Pertumbuhan awan tersebut pada kondisi tertentu dapat berkembang menjadi hujan. Menurut Setiyaris, meski kondisi kering masih mendominasi, hujan dengan skala lokal tetap berpeluang terjadi.

”Musim kemarau itu tetep ada potensi turun hujan jika terjadi adanya gangguan cuaca seperti gangguan atmosfer, hanya saja intensistasnya tidak sederas di musim penghujan,” jelas Setiyaris.

Perlu dipahami, munculnya potensi hujan tidak berarti hujan akan turun secara merata di seluruh Jawa Timur. Sebagian wilayah mungkin mengalami hujan, sementara daerah lainnya hanya mengalami peningkatan tutupan awan tanpa disertai hujan. Sedangkan untuk wilayah Madiun Raya 18 hingga 20 September 2026 didominasi cerah berawan hingga berawan. Perlu diwaspadai adanya potensi hujan lokal di Ngawi dan Magetan pada sore dan malam hari. Pada pagi hari, cuaca cerah berawan dengan suhu 21–28°C. Udara pagi terasa cukup dingin dan kering, terutama di dataran tinggi Magetan dan Ponorogo. Siang hari, cuaca cerah berawan hingga berawan, dengan suhu maksimum sekitar 34–36°C, terutama di dataran rendah Madiun dan Ngawi. Malam hingga dini hari, cuaca cerah berawan hingga berawan. Suhu turun hingga 19–23°C dan udara terasa dingin serta kering di dataran tinggi. (Shabrina).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....