Bahaya yang Tidak Terlihat, Pelajaran Besar dari Surah Al Falaq

  • 28 Sep 2026 19:34 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun – Setiap surat dalam Al-Qur’an mengandung nilai dan pelajaran yang dapat menjadi i’tibar dalam menjalani kehidupan, baik di dunia maupun sebagai bekal menuju kehidupan akhirat. Tidak terkecuali Surah Al-Falaq yang hanya terdiri dari lima ayat, namun memiliki pesan mendalam tentang pentingnya memohon perlindungan kepada Allah SWT dari berbagai bentuk kejahatan yang terlihat maupun tidak terlihat.

Hal tersebut disampaikan Ustadz Shofar, S.Pd.I., SM., saat menjadi narasumber dalam acara Mutiara Pagi Programa 1 RRI Madiun, Sabtu (26/9/2026). Menurut Ustadz Shofar, Surah Al-Falaq diawali dengan kata “Qul” yang berarti “katakanlah”.

Kalimat tersebut mengandung perintah kepada Nabi Muhammad SAW untuk menyampaikan kepada umat agar senantiasa memohon perlindungan hanya kepada Allah SWT.

“Surah pertama ini diawali dengan kalimat Qul. Artinya katakanlah. Katakanlah wahai Muhammad. Sampaikan wahai Muhammad kepada umatmu. A’udzu, aku berlindung, aku meminta perlindungan. Di sini mengajarkan kepada kita bahwa makhluk ini adalah lemah, bahwa makhluk ini tidak ada kemampuan, tidak ada kekuatan, tidak ada daya, tidak ada upaya. Maka harus dihadirkan meminta pertolongan. Kepada siapa meminta pertolongan? Qul a’udzu birabbil falaq, yaitu kepada Allah yang mengatur, yang menciptakan,” jelasnya.

Ia kemudian menjelaskan ayat kedua, “Min syarri ma khalaq”, yang mengajarkan manusia untuk memohon perlindungan Allah SWT dari berbagai keburukan yang berasal dari makhluk ciptaan-Nya.

“Dari semua makhluk itu ada potensi-potensi keburukan, kejahatan padanya. Manusia dilengkapi dengan akal dan hawa nafsu, maka manusia pun berpotensi melakukan keburukan. Kita diminta untuk memohon perlindungan, pertolongan kepada Allah dari keburukan-keburukan yang dilahirkan dari makhluk-makhluk tersebut,” terangnya.

Sementara itu, ayat berikutnya, “Wa min syarri ghasiqin idza waqab”, mengajarkan permohonan perlindungan kepada Allah SWT dari keburukan malam ketika telah gelap gulita. Menurutnya, kondisi malam dengan keterbatasan pandangan manusia dapat menjadi salah satu keadaan yang membuat berbagai potensi kejahatan lebih sulit terlihat.

Karena itu, malam hendaknya tidak hanya diisi dengan aktivitas duniawi, tetapi juga menjadi waktu untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.

“Malam adalah kegelapan dan manusia terbatas di saat gelap. Pada malam hari sering kali kejahatan, keburukan terjadi. Maka kita mohon kepada Allah dari keburukan di malam hari. Mari kita jadikan malam hari untuk bermunajat, memohon ampun kepada Allah atas dosa-dosa kita,” jelasnya.

Ustadz Shofar selanjutnya menerangkan ayat “Wa min syarrin naffatsati fil ‘uqad”, yaitu permohonan perlindungan kepada Allah SWT dari kejahatan para penyihir ketika mereka meniup pada buhul-buhul.

Kemudian pada ayat terakhir, “Wa min syarri hasidin idza hasad”, umat Islam diajarkan untuk memohon perlindungan dari kejahatan orang yang memiliki sifat hasud atau dengki ketika kedengkiannya muncul. Ia menyebut hasud sebagai salah satu bentuk bahaya yang tidak selalu dapat diketahui secara kasatmata.

“Hasud ini juga sama. Dia adalah bahaya yang tidak terlihat. Boleh jadi kita bertemu mukanya tersenyum, bersalaman kepada kita, bercanda, tertawa kepada kita, tapi kita tidak melihat apa yang ada di dalam hatinya,” kata ustadz Shofar.

Menurutnya, hasud merupakan penyakit hati yang dapat menghalangi seseorang dari berbagai kebaikan dan justru membuka jalan bagi keburukan.

“Hasud merupakan penyakit yang tidak terlihat. Hasud adalah penyakit yang akan menutup banyak kebaikan, penyakit yang akan membuka banyak keburukan,” tambahnya.

Ustadz Shofar mengingatkan bahwa Surah Al-Falaq memberikan pelajaran penting bahwa manusia pada hakikatnya merupakan makhluk yang lemah dan membutuhkan pertolongan Allah SWT. Karena itu, memohon perlindungan kepada Allah harus menjadi bagian dari kehidupan seorang Muslim.

Ia juga mengajak umat untuk senantiasa mensyukuri nikmat yang telah diberikan Allah kepada diri sendiri. Sementara ketika melihat nikmat yang dimiliki orang lain, hendaknya mendoakan kebaikan bagi orang tersebut, bukan menumbuhkan rasa iri dan dengki.

Dengan demikian, pesan Surah Al-Falaq tidak hanya mengajarkan doa perlindungan, tetapi juga mengingatkan manusia untuk menyadari keterbatasan dirinya, mendekatkan diri kepada Allah SWT, serta menjaga hati dari sifat hasud yang dapat menjadi “bahaya yang tidak terlihat” dalam kehidupan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....