6 SSK Disiapkan Amankan Magetan Selama Operasi Aman Mataraman
- 22 Sep 2026 18:39 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Magetan - Polres Magetan menyiapkan kekuatan gabungan untuk mengantisipasi gangguan keamanan selama Operasi Aman Mataraman Semeru 2026. Operasi berlangsung selama sepekan, mulai 22 hingga 28 September 2026.
Sebanyak enam SSK personel Polres Magetan disiapkan dalam operasi tersebut. Kekuatan itu diperkuat personel TNI, Brimob Polda Jatim, Dalmas dari sejumlah polres, serta unsur pemerintah daerah.
Kapolres Magetan AKBP Raden Erik Bangun Prakasa mengatakan, pengerahan personel disesuaikan dengan potensi kerawanan dan perkembangan situasi di lapangan.
“Apel ini sekaligus final check terhadap kesiapan personel, sarana dan prasarana serta soliditas lintas sektor dalam menghadapi berbagai kemungkinan perkembangan situasi,” kata Erik usai apel gelar pasukan, Senin (21/9/2026).
Sedikitnya enam SSK Polres Magetan disiagakan. Kekuatan pengamanan terdiri atas satu SST Kodim 0804/Magetan, satu SSK dan dua SST Brimob Polda Jatim, serta masing-masing satu SST BKO Dalmas dari Polres Mojokerto, Polres Kediri dan Polres Jombang.
Pengamanan juga diperkuat satu SST gabungan personel Intelkam, Reskrim dan Resnarkoba. Dari unsur pemerintah daerah, disiapkan satu SSR Dinas Perhubungan, satu tim PSC Dinas Kesehatan, serta satu SSR Satpol PP dan Damkar.
Menurut Erik, pengamanan difokuskan pada pencegahan gesekan antarperguruan silat serta pengawasan mobilitas masyarakat di wilayah Magetan dan jalur perlintasan menuju kawasan Madiun Raya.
Polisi akan melakukan patroli, pemantauan sejumlah titik, pengaturan lalu lintas dan penyekatan secara situasional. Deteksi terhadap potensi provokasi dan mobilisasi massa juga menjadi bagian dari operasi.
“Khususnya potensi konflik atau gesekan antarperguruan silat. Karena itu, Operasi Aman Mataraman ini kita laksanakan sebagai langkah cipta kondisi untuk menjaga stabilitas kamtibmas,” ujarnya.
Operasi tersebut digelar di tengah rangkaian agenda salah satu perguruan pencak silat di Kota Madiun pada 25-27 September. Kondisi itu menjadi salah satu perhatian aparat karena dapat meningkatkan mobilitas anggota perguruan silat di wilayah Mataraman.
Erik meminta personel tetap profesional dan tidak terpancing informasi yang belum terverifikasi. Penanganan terhadap gangguan keamanan dilakukan berdasarkan situasi dan tahapan eskalasi yang berlaku.
Polres Magetan juga melakukan komunikasi dengan pengurus perguruan pencak silat untuk mencegah potensi konflik. Koordinasi lintas instansi akan dilakukan selama operasi berlangsung.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....