Mobil Damkar Tertua di Magetan, Petugas Punya Cerita Unik Setiap Kali Usai Dicuci

  • 21 Jul 2026 15:23 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Magetan - Di antara deretan armada Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP Kabupaten Magetan, terdapat sebuah mobil pemadam berusia lebih dari empat dekade yang hingga kini masih dipertahankan. Kendaraan Isuzu Forward keluaran era 1970-an dengan nomor polisi AE 8277 PP itu akrab disapa "Mbah Kung" oleh para personel Damkar.

Meski usianya tak lagi muda, Mbah Kung masih berstatus sebagai armada operasional cadangan. Kendaraan tersebut sesekali tetap diterjunkan membantu pemadaman kebakaran, terutama di lokasi yang masih memungkinkan dilalui.

Kepala Bidang Pemadam Kebakaran Satpol PP Magetan, Ali Sukamto, mengatakan mobil tersebut memiliki cerita yang sudah lama dikenal di kalangan petugas. Hampir setiap kali Mbah Kung selesai dicuci, tak berselang lama biasanya muncul laporan kebakaran yang harus ditangani.

"Teman-teman sudah sering melihat polanya. Kalau Mbah Kung dicuci, biasanya tidak lama kemudian ada laporan kebakaran. Kejadiannya sudah berulang kali, sehingga menjadi cerita turun-temurun di lingkungan Damkar," ujarnya, Selasa (21/7/2026).

Ali menegaskan kisah tersebut tidak pernah dikaitkan dengan hal-hal mistis. Menurutnya, cerita itu hanya lahir dari pengalaman para petugas yang merasa kebetulan serupa terus berulang selama bertahun-tahun.

"Bahkan teman-teman sering bercanda seolah-olah Mbah Kung memberi tanda. Baru selesai dicuci, anggota sudah kembali sibuk menerima panggilan kebakaran," katanya sambil tersenyum.

Mobil pemadam tersebut mulai bertugas di Magetan sekitar awal 1980-an dan menjadi saksi berbagai operasi besar yang pernah ditangani Damkar. Di antaranya membantu memadamkan kebakaran kereta tangki di Kabupaten Ngawi pada 2004, kebakaran Pasar Sayur Magetan pada 2016, hingga kebakaran Pasar Legi Songgolangit Ponorogo pada 2017.

Di balik usia yang telah melampaui 40 tahun, kondisi mesin kendaraan itu masih terbilang prima. Ali menyebut mesin Mbah Kung belum pernah menjalani turun mesin dan sebagian besar komponennya masih menggunakan suku cadang asli bawaan pabrik.

"Mesinnya masih orisinal dan belum pernah turun mesin. Yang mulai menjadi kendala hanya bagian kampas rem. Untuk jalan datar masih layak digunakan, tetapi kalau medan tanjakan atau turunan sudah kami batasi demi faktor keselamatan," jelasnya.

Kini, Mbah Kung lebih banyak disiagakan sebagai armada pendukung. Namun bagi para personel Damkar Magetan, kendaraan itu bukan sekadar alat operasional, melainkan bagian dari sejarah panjang pelayanan kebencanaan di daerah. Di samping rekam jejaknya dalam berbagai misi penyelamatan, mobil tua tersebut juga terus dikenang lewat cerita yang tak pernah lekang di kalangan petugas: setiap kali selesai dicuci, sirene kebakaran seolah segera kembali berbunyi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....