Presiden Prabowo Subianto Apresiasi 100 Tahun Gontor

  • 19 Sep 2026 12:54 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Ponorogo - Presiden RI, Prabowo Subianto mengapresiasi keberadaan Pondok Modern Darussalam Gontor (PMDG) yang kini berusia 100 tahun. Ia tidak memungkiri banyak alumni Gontor yang kini bergabung dalam koalisi atau kabinet Merah Putih yang ia bentuk.

Hal itu disampaikan Kepala Negara saat menghadiri resepsi kesyukuran sebagai puncak peringatan 100 Tahun Gontor, di PMDG Ponorogo, Sabtu (19/9/2026).

"Gontor ini adalah institusi yang luar biasa, berhasil dan sukses. Saya tahu banyak alumni Gontor ada disitu (koalisi Merah Putih.red), terima kasih dukungannya. Saya tahu Gontor tidak boleh berpolitik, itu benar, Gontor jangan ikut politik praktis tapi harus paham politik," ujarnya.

"Gontor tidak boleh kemana-mana, tapi harus ada dimana-mana. Gontor ini sudah benar, berada di jalan yang benar," tambahnya.

Kepala Negara menyampaikan, sejarah panjang perjalanan 100 tahun Gontor harus dipahami.

Di usia 100 tahun, Gontor harus lebih kuat untuk bersama-sama membangun bangsa dan negara.

"Sejarah tidak hanya diingat, tapi itu adalah guru terbaik untuk kemajuan yang akan datang," sebutnya.

Pada kesempatan itu Presiden Prabowo berpesan agar motto yang ada di Pondok Gontor seyogyanya harus diaplikasikan dengan baik oleh para santri. Di antaranya berbudi tinggi, jujur dan ikhlas.

"Teruskan perjuanganmu untuk bangsa dan umat," tegasnya.

Sementara itu Pimpinan PMDG Ponorogo, K.H Hasan Abdullah Sahal bersyukur atas kehadiran Presiden Prabowo Subianto dalam agenda resepsi kesyukuran 100 Tahun Gontor. Menurutnya, hadirnya kepala negara itu suatu keberkahan dan kesyukuran bagi para santri dan alumni.

"Kedatangan presiden ini insya allah dapat berkah dan memberkahi. Kita tidak hanya berguru pada sejarah, tapi membangun sejarah dan membangun peradaban," ungkapnya.

Seperti diketahui, dalam acara resepsi kesyukuran peringatan 100 Tahun Gontor itu, turut dihadiri pejabat negara. Di antaranya Sekretaris Kabinet (Seskab) Letkol Teddy Indra Wijaya; Menteri Agama, Nazaruddin Umar; Mendikti Saintek, Brian Yuliarto; Mensesneg Prasetyo Hadi.

Berikutnya Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo; Menteri Luar Negeri, Sugiono; Gubernur Bank Indonesa, Destry Damayanti; Wakil Grand Syaikh Al Azhar, serta sejumlah duta besar negara sahabat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....