Siswa Sekolah Rakyat Ponorogo Tampil Memukau pada Gelaran FNRP 2026
- 14 Jun 2026 11:15 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Ponorogo - Ada yang menarik dari gelaran Festival Nasional Reog Ponorogo (FNRP) ke XXXI tahun 2026 pada Sabtu malam (13/6/2026). Nama grup Reog Garudo Djoyo Manggolo tak luput dari perhatian.
Grup Reog tersebut dimainkan oleh para siswa sekolah rakyat (SR) terintegrasi 5 Ponorogo. Meski baru dicetuskan pada Februari 2026 ini, pertunjukan mereka di atas panggung utama Alun-alun Ponorogo sukses memukau penonton.
Kepala SR terintegrasi 5 Ponorogo, Devit Tri Chandrawati mengatakan, pembentukan grup reog itu dilakukan seiring adanya arahan dari Presiden RI, Prabowo Subianto. Arahan tersebut di antaranya meminta pihak SR tidak hanya membekali siswa secara akademik, tetapi harus ikut melestarikan kebudayaan.
"Dikatakan pak Prabowo di mana negara yang besar itu negara yang mengutamakan kebudayaan. Jadi dari sepenggal pernyataan tersebut saya terinspirasi dan ini tantangan juga bagi saya, karena di SR ada anak-anak yang mempunyai kemampuan dan kemauan belajar yang tinggi sehingga ini sebuah pembelajaran juga buat mereka bahwa untuk melestarikan budaya itu harus ditanamkan sejak dini salah satunya melalui kesenian Reog Ponorogo," ujarnya.
Devit mengungkapkan, rencana pembentukan grup Reog Garudo Djoyo Manggolo terbesit pada Oktober 2025. Namun baru resmi dicetuskan pada 18 Februari tahun ini.
"Dari situ kami bersemangat mencoba untuk mengikuti festival Reog Ponorogo yang notabene kegiatan itu adalah event nasional dan itu juga pengalaman dan kesempatan yang diikuti anak-anak SR, karena anak-anak wajib bagi saya untuk merasakan kesempatan yang dirasakan siswa di sekolah reguler," tambahnya.
Sementara itu pelatih grup Reog Garudo Djoyo Manggolo, Wisnu Hadi Prayitno mengapresiasi SR Ponorogo yang mewadahi siswanya dalam berkesenian dan melestarikan kebudayaan. Menurutnya, siswa SR juga memiliki peluang dan kesempatan yang sama untuk tampil di atas panggung, seperti siswa reguler para umumnya.
"Ini nyambung bahwa Ponorogo identitasnya adalah Reog. Maka harapan kami bahwa SR Ponorogo mempunyai basic tidak hanya tentang sekolah secara formal, tapi kebudayaan menjadi domain atau landasan dasar yang dipakai untuk penguat karakter anak-anak sebagai siswa yang berprestasi. Karena menurut kami kepintaran saja tidak cukup jika tidak dikuati dengan kebudayaan, yang efeknya terhadap pembentukan jati diri, karakter," terangnya.
Seperti diketahui, dalam ajang FNRP ke XXXI tahun 2026 diikuti 32 peserta atau grup reog. Mereka tidak hanya berasal dari Ponorogo tetapi dari sejumlah daerah di tanah air, termasuk keikutsertaan grup reog dari Madiun, Wonogiri, Nganjuk, Surabaya, Surakarta, Jakarta, Yogyakarta, serta diikuti grup reog dari SRT 31 Palembang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....