Memaknai Kehidupan Melalui Akronim Kata HIDUP
- 19 Sep 2026 13:21 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun – Menjalani kehidupan dengan penuh kesadaran dan menjadikannya sebagai kesempatan untuk mempersiapkan bekal akhirat menjadi pesan yang disampaikan Ustadzah Dr. Luthfi Ulfa Ni’amah, M.Kom.I. Ia mengajak masyarakat untuk memaknai kehidupan melalui akronim HIDUP. Pesan tersebut disampaikan Ustadzah Ulfa saat menjadi narasumber dalam program Mutiara Pagi di PRO 1 RRI Madiun, Sabtu 19 September 2026.
Menurut Ustadzah Ulfa, huruf H dalam HIDUP berarti Harus mengingat bahwa hidup merupakan anugerah mutlak dari Allah SWT. Kesadaran tersebut diharapkan mendorong manusia untuk menggunakan kesempatan hidup dengan sebaik-baiknya. Sementara I berarti Iman dan takwa sebagai bekal dalam menjalani kehidupan. Iman dan takwa menjadi landasan bagi manusia dalam menentukan sikap serta menjalankan berbagai aktivitas kehidupan.
Selanjutnya, D berarti Dunia hanya sebagai tempat persinggahan. Kehidupan dunia bukanlah tujuan akhir manusia, melainkan bagian dari perjalanan menuju kehidupan setelah kematian.
Kemudian U berarti Ujian. Ustadzah Ulfa menjelaskan, ujian dalam kehidupan merupakan sesuatu yang pasti datang dan dapat hadir dalam berbagai bentuk, baik berupa kemudahan maupun kesulitan. Menurutnya, hal yang penting adalah bagaimana manusia menyikapi setiap ujian tersebut, dengan tetap bersyukur ketika mendapatkan kemudahan dan bersabar ketika menghadapi kesulitan.
“H berarti harus mengingat bahwa hidup adalah mutlak anugerah dari Allah SWT. I berarti iman dan takwa sebagai bekal. Kemudian D, dunia hanya sebagai tempat persinggahan saja. Selanjutnya U, ujian yang pasti datang berupa kemudahan dan kesulitan. Bagaimana kita menyikapinya, apakah kita bersyukur dan bersabar atas ujian Allah atau tidak. Dan yang terakhir P, pulang, bermakna pulang kepada Allah yang merupakan sebuah kepastian,” jelas Ustadzah Dr. Luthfi Ulfa Ni’amah, M.Kom.I.
Adapun P berarti Pulang, yakni kepulangan manusia kepada Allah SWT yang merupakan sebuah kepastian. Kesadaran akan kepulangan tersebut menjadi pengingat agar manusia tidak terlena dengan kehidupan dunia.
Lebih lanjut, Ustadzah Ulfa mengingatkan pesan Rasulullah SAW agar manusia memandang kehidupan di dunia seperti orang asing atau seorang musafir. Perumpamaan tersebut menjadi pengingat bahwa kehidupan dunia bersifat sementara, sedangkan manusia pada akhirnya akan kembali menuju kehidupan akhirat.
Melalui pemaknaan HIDUP tersebut, masyarakat diajak menjadikan kehidupan dunia sebagai kesempatan untuk mempersiapkan bekal menuju kehidupan berikutnya. Bekal tersebut antara lain iman, ketakwaan, kesabaran, rasa syukur, serta amal kebaikan.
Dengan demikian, setiap fase kehidupan, baik kemudahan maupun kesulitan, dapat dihadapi dengan kesadaran bahwa hidup merupakan anugerah Allah SWT dan pada akhirnya setiap manusia akan pulang kepada-Nya.sebelum memasuki fase kehidupan berikutnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....