Bapanas Dorong Petani Madiun Raya Dongkrak Produksi Padi

  • 16 Sep 2026 06:23 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Kota Madiun – Potensi Madiun Raya sebagai salah satu lumbung pangan Jawa Timur terus mendapat perhatian pemerintah. Badan Pangan Nasional (Bapanas) RI mendorong optimalisasi hasil panen padi petani di wilayah tersebut. Produksi diharapkan meningkat tanpa membuat harga gabah di tingkat petani anjlok saat musim panen.

Pejabat Fungsional Analis Ketahanan Pangan (AKP) Ahli Madya Bapanas RI Asep Herdiana mengatakan, peningkatan produksi harus diimbangi dengan pengaturan harga. Pemerintah tidak ingin petani dirugikan ketika hasil panen melimpah. Sebaliknya, harga juga perlu dijaga agar tidak melonjak saat pasokan beras menurun.

“Optimalisasi pasti ada. Bagaimana hasil panen supaya produksi meningkat, tetapi harganya tidak jatuh. Itu yang kita jaga,” kata Asep saat melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Pasar Besar Madiun (PBM), Rabu, 9 September 2026.

Bapanas saat sidak di PBM. (Foto: Aris D.K/RRI Madiun)

Menurut dia, keseimbangan antara produksi dan harga menjadi salah satu perhatian pemerintah. Saat stok beras melimpah pada masa panen, harga harus tetap memberikan keuntungan bagi petani. Sedangkan ketika memasuki masa paceklik, kenaikan harga juga perlu dikendalikan agar tidak membebani masyarakat.

Karena itu, pemerintah menerapkan harga eceran tertinggi (HET) sebagai salah satu instrumen pengendalian harga pangan.

“HET itu mengatur ketika panen harga tidak jatuh, ketika paceklik harga tidak naik. Itu tugas kami, yang penting untuk semua,” ujar dia.

Selain menjaga keseimbangan harga, pemerintah juga terus menyalurkan bantuan pangan kepada masyarakat. Program tersebut menyasar sejumlah daerah, termasuk wilayah Madiun, dengan salah satu tujuan menjaga stabilitas stok dan harga pangan, terutama komoditas beras.

Asep menyebut bantuan pangan terus dikucurkan melalui program yang berjalan di setiap kabupaten. Meski demikian, dia mengaku tidak mengetahui secara persis jumlah bantuan yang disalurkan khusus untuk wilayah Madiun.

“Bantuan pangan terus dikucurkan. Saya tidak tahu jumlah persisnya di Madiun, tetapi program itu ada di setiap kabupaten,” ucapnya.

Penyaluran bantuan pangan tersebut diharapkan ikut menjaga stabilitas pasokan beras di tengah masyarakat. Dengan stok yang terjaga, gejolak harga dapat ditekan sekaligus memastikan kebutuhan pangan masyarakat tetap terpenuhi.

Di sisi lain, optimalisasi produksi di Madiun Raya dinilai penting mengingat kawasan tersebut selama ini menjadi salah satu sentra produksi padi di Jawa Timur. Peningkatan produktivitas petani diharapkan tidak hanya memperkuat pasokan beras, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani melalui harga jual yang tetap menguntungkan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....