Pangdam V/Brawijaya Restui Rumah Tahanan Militer di Kota Madiun Jadi Wisata

  • 30 Sep 2026 11:45 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Kota Madiun – Rencana pemanfaatan Rumah Tahanan Militer (RTM) di Jalan Ahmad Yani, Kota Madiun, terus dimatangkan. Aset milik Kodam V/Brawijaya itu berpeluang dikembangkan menjadi salah satu destinasi wisata sekaligus ruang aktivitas ekonomi masyarakat.

Keseriusan tersebut ditunjukkan dengan peninjauan langsung Pangdam V/Brawijaya Mayjen TNI Rudy Saladin bersama Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun belum lama ini. Keduanya melihat langsung kondisi bangunan yang merupakan peninggalan era kolonial Belanda tersebut.

Rudy mengatakan, pihaknya membuka peluang pemanfaatan RTM bersama Pemkot Madiun. Namun, sejumlah tahapan administrasi dan perizinan harus diselesaikan terlebih dahulu.

“Rencana ke depan insyaallah akan kita manfaatkan. Ini salah satu lahan dan menjadi aset Kodam V/Brawijaya. Nanti kita urus perizinannya, kita klirkan semua administrasinya,” kata Rudy.

Menurut dia, kondisi bangunan utama RTM masih cukup kokoh. Meski demikian, diperlukan sejumlah pembenahan agar kawasan tersebut dapat dimanfaatkan secara optimal.

“Bangunan utamanya secara umum kokoh. Namanya juga bangunan Belanda, pasti kokoh. Perlu kita touch up sedikit-sedikit nanti, bagaimana konsep dari teman-teman Pemerintah Kota,” ujarnya.

Rudy menyebut, banyak potensi yang bisa dikembangkan di kawasan tersebut. Selain sebagai tempat wisata, RTM dapat dimanfaatkan untuk kegiatan UMKM, gathering, hingga spot foto.

“Nanti kita bicarakan lebih detail dengan Pak Wali, konsepnya seperti apa. Intinya, kita punya keinginan untuk memanfaatkan dan mengelola ini dengan baik, bekerja sama dengan wilayah,” katanya.

Sementara itu, Plt Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun mengatakan, rencana pemanfaatan RTM sebelumnya telah disampaikan kepada pihak Kodam V/Brawijaya. Pemkot mengusulkan RTM dan bangunan Boschbou (Bosbow) untuk dikembangkan sebagai salah satu jujugan atau destinasi wisata di Kota Madiun.

“Dulu saya sudah menghadap terkait RTM dan juga Boschbow yang rencananya akan dijadikan salah satu tempat atau jujugan wisata. Itu sudah saya paparkan waktu itu di Kodam,” ungkap Bagus.

Karena itu, kunjungan Pangdam V/Brawijaya menjadi kesempatan untuk melihat langsung kondisi bangunan sekaligus menindaklanjuti rencana pemanfaatannya.

“Alhamdulillah, didoakan saja semoga proses ini berjalan cepat. Bisa kita manfaatkan RTM sebagai salah satu destinasi wisata,” katanya.

Terkait konsep pengembangan, Bagus mengatakan Pemkot masih menunggu skema kerja sama operasi (KSO) dari Kodam V/Brawijaya. Setelah itu, baru ditentukan bentuk pemanfaatan kawasan tersebut.

“Sekarang kita tinggal menunggu dari Kodam bagaimana KSO-nya. Baru nanti kita bisa menentukan apakah dibuat tempat wisata umum atau ada yang mungkin tertarik untuk dijadikan kuliner atau apa,” ucapnya.

Jika nantinya ada investor yang berminat, Pemkot Madiun juga akan membahas mekanisme kerja sama sesuai aturan yang berlaku.

“Kalau ada investor, nanti akan dibicarakan lagi. Secara aturan akan kita sampaikan,” kata Bagus.

Untuk merealisasikan rencana tersebut, Pemkot kini masih menunggu penyelesaian administrasi dari pihak Kodam. Meski begitu, Bagus menyebut rencana pemanfaatan RTM telah mendapat sinyal positif.

“Sudah dapat lampu hijau. Alhamdulillah, Pak Pangdam mengapresiasi apa yang kita lakukan,” tuturnya.

Sebelumnya, Pemkot Madiun bersama Korem dan Kodim telah melakukan pembersihan kawasan RTM. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya merawat bangunan bersejarah yang berpotensi menjadi aset wisata kota.

“Karena kita sudah memulai bersama-sama Pemkot, Korem, dan Kodim membersihkan. Beliau juga mengapresiasi apa yang kita lakukan untuk merawat peninggalan atau heritage,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....