Cuaca Madiun Raya 6 – 8 September, Cerah – Cerah Berawan, Sangat Terik Panas Menyengat

  • 06 Sep 2026 13:48 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Nganjuk merilis, kondisi musim kemarau yang masih berlangsung di sebagian besar wilayah Indonesia tidak sepenuhnya menghambat terjadinya hujan, namun Jawa Timur masih diprakirakan mengalami kondisi relatif kering dengan curah hujan pada kategori rendah. Pengamat Meteorologi dan Geofisika BMKG Nganjuk, Setiyaris mengatakan, kondisi ini menunjukkan ketersediaan uap air di atmosfer masih terbatas, yang dipengaruhi oleh El Niño kategori sangat kuat dan IOD positif yang secara umum mengurangi suplai kelembapan ke wilayah Indonesia. Di sisi lain, penguatan Monsun Australia turut meningkatkan aliran angin timuran yang membawa massa udara relatif kering melintasi Jawa Timur, sehingga kondisi kering dan hembusan angin berpotensi semakin terasa, termasuk di wilayah Madiun Raya, yang akan terasa terik dan panas menyengat pada siang hari.

“Untuk cuaca wilayah Madiun Raya untuk 3 hari ke depan didominasi oleh kondisi cerah hingga cerah berawan, pagi hari terasa dingin tetapi siang sangat terik dan panas menyengat,” jelas Setiyaris, Minggu 6 September 2026.

  • Pagi hari, cuaca cerah hingga berawan tipis, dengan suhu paling rendah terjadi di Magetan sekitar 16–19°C akibat pengaruh ketinggian. Kelembapan relatif tinggi, terutama di Magetan dan Pacitan sebesar 80-99%, sementara angin bertiup dari timur–tenggara dengan kecepatan 5–15 km/jam, dan sedikit lebih kuat di Pacitan hingga 10–20 km/jam.

  • Siang hari, cuaca sangat terik dan panas menyengat, Madiun dan Ngawi diprakirakan paling terik dengan suhu 33–35°C serta kelembapan rendah 34–45%, disertai angin tenggara–selatan 15–25 km/jam. Ponorogo dan Magetan relatif lebih sejuk dengan suhu 30–33°C dan kelembapan 40–52%, sementara Pacitan paling sejuk dan lembap dengan suhu 25–27°C, kelembapan 58–65%, serta angin selatan–barat daya yang lebih kuat mencapai 20–30 km/jam. Kondisi ini menunjukkan pengaruh topografi dan pola angin regional yang menyebabkan kondisi siang hari tidak seragam, meskipun masih berada dalam periode musim kemarau.

  • Malam hingga dini hari, cCuaca cerah hingga berawan tipis. Suhu Madiun, Ngawi, dan Ponorogo berada pada kisaran 20–23°C dengan kelembapan 78–90%, sedangkan Magetan menjadi wilayah paling dingin dengan suhu 16–18°C dan kelembapan mencapai 88–98%. Pacitan relatif sejuk dan lembap dengan suhu 18–21°C. Angin umumnya lemah hingga sedang, bertiup dari arah tenggara hingga selatan di Madiun, Ngawi, dan Ponorogo, sementara Magetan dari barat–barat daya dan Pacitan dari utara–timur laut.

  • Perairan Pantai Pacitan, berpotensi mengalami gelombang kategori sedang dengan ketinggian sekitar 1,25–2,2 meter. Angin dominan bertiup dari arah timur-tenggara dengan kecepatan mencapai 30 km/jam, disertai kondisi cuaca berawan hingga berawan tebal.

Setiyaris menghimbau masyarakat agar mengantisipasi dampak cuaca panas dan kondisi udara yang lebih kering dengan mencukupi kebutuhan cairan tubuh, menghemat penggunaan air, serta meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kekeringan. Selain itu, hindari pembakaran sampah maupun lahan secara sembarangan karena kondisi kering dan angin yang dapat menguat meningkatkan risiko terjadinya kebakaran hutan dan lahan. (Shabrina).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....