Cuaca Madiun Raya 28-30 Agustus, Didominasi Cerah, Udara Kabur dengan Kondisi Kering.
- 28 Agt 2026 12:39 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Secara umum, kondisi cuaca di Jawa Timur masih didominasi cuaca kering dan relatif kondusif seiring berlangsungnya puncak musim kemarau. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Nganjuk merilis, tutupan awan yang relatif minim, terutama sejak pagi hingga siang hari, mendorong pemanasan permukaan secara lebih intens sehingga berpotensi meningkatkan suhu udara maksimum, sementara potensi angin kencang dan variasi suhu ekstrem masih dapat terjadi secara lokal. Pengamat Meteorologi dan Geofisikan BMKG Nganjuk Setiyaris mengungkapkan, kondisi kering yang semakin meluas turut dipengaruhi oleh fenomena El Niño kategori sangat kuat dan Indian Ocean Dipole (IOD) positif yang diprakirakan masih berlangsung, sehingga cenderung menekan aktivitas konvektif dan suplai kelembapan serta mendukung berlanjutnya kondisi kering, khususnya di wilayah Indonesia bagian selatan. Meskipun demikian, potensi hujan lokal masih dapat terjadi di beberapa wilayah, yang sifatnya tidak merata. Kondisi ini perlu diwaspadai karena dapat meningkatkan risiko kekeringan meteorologis serta kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Sedangkan kondisi cuaca wilayah Madiun Raya didominasi cuaca cerah, berawan, hingga udara kabur.
”Khusus cuaca untuk wilayah Madiun Raya diprakirakan didominasi cuaca cerah, berawan, hingga udara kabur dengan kondisi kering tanpa potensi hujan signifikan dalam 3 hari ke depan,” ungkap Setiyaris, Jumat 28 Agustus 2026.
Pagi hari, cuaca cerah berawan hingga berawan dengan suhu pagi 18–24°C dan kelembapan 75–95%. Kabut atau udara kabur berpotensi muncul di Magetan, Ponorogo, dan Pacitan. Angin bertiup dari timur–tenggara dengan kecepatan 5–15 km/jam, dengan kondisi lebih sejuk dan lembap di wilayah pegunungan.
Siang hari, cuaca cerah hingga cerah berawan dengan suhu 25–34°C dan kelembapan 35–55%. Madiun dan Ngawi berpotensi paling panas dan kering, sementara Magetan dan Pacitan cenderung lebih sejuk. Angin bertiup dari tenggara dengan kecepatan 15–30 km/jam dan dapat menguat hingga 45 km/jam, terutama di Pacitan.
Malam hingga dini hari, cuaca cerah berawan hingga berawan dengan suhu 17–24°C dan kelembapan 75–95%. Magetan dan Ponorogo cenderung lebih dingin, sedangkan Pacitan berpotensi mengalami udara kabur. Angin umumnya bertiup dari tenggara hingga selatan dengan kecepatan 5–15 km/jam.
Pesisir selatan Pacitan, Cuaca umumnya berawan hingga berawan tebal, dengan potensi udara kabur atau kabut tipis terutama pada pagi, malam, dan dini hari. Waspadai gelombang 2,0–3,7 meter yang dapat mencapai 4 meter di laut lepas, disertai angin tenggara 28–46 km/jam yang berpotensi menguat hingga 50 km/jam.
Setiyaris menghimbau masyarakat agar menjaga kesehatan dengan mencukupi kebutuhan cairan, menggunakan pelindung dari paparan sinar matahari, serta mengenakan pakaian hangat pada malam hingga dini hari. Masyarakat juga diharapkan tidak membakar sampah maupun lahan karena kondisi cuaca kering dan angin yang cukup kencang meningkatkan risiko kebakaran. Sementara itu, nelayan dan wisatawan di pesisir Pacitan diimbau mewaspadai potensi angin kencang dan gelombang tinggi. (Shabrina).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....