Hadapi Kemarau Panjang dan El Nino, Bulog Madiun Jamin Stok Beras Aman
- 09 Sep 2026 15:11 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Kota Madiun – Ancaman musim kemarau yang diperkirakan berlangsung lebih panjang akibat fenomena El Nino belum memengaruhi ketersediaan pangan di wilayah Madiun Raya. Perum Bulog Cabang Madiun memastikan stok beras masih aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di Kota Madiun, Kabupaten Madiun, dan Kabupaten Ngawi.
Saat ini, Bulog Cabang Madiun memiliki cadangan pangan mencapai 100 ribu ton. Stok tersebut dinilai lebih dari cukup untuk menghadapi potensi kemarau panjang sekaligus menjaga stabilitas pasokan dan harga beras di pasaran.
Pemimpin Cabang Perum Bulog Cabang Madiun Agung Sarianto mengatakan, pemerintah telah menyiapkan sejumlah langkah untuk menjaga ketahanan pangan masyarakat. Salah satunya melalui penyaluran bantuan pangan dan program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).
’’Untuk stok sendiri di Bulog Cabang Madiun saat ini totalnya 100 ribu ton. Jadi, untuk menghadapi El Nino dan kemarau panjang, pemerintah menggelontorkan bantuan pangan seperti ini,’’ kata Agung.
Menurut dia, penyaluran bantuan pangan tidak hanya bertujuan menjaga daya beli masyarakat. Program tersebut juga diharapkan mampu memastikan masyarakat, khususnya keluarga penerima manfaat, memiliki cadangan bahan pangan di rumah.
Selain bantuan pangan, Bulog juga terus menjaga ketersediaan beras SPHP di pasar dan jaringan pengecer. Dengan demikian, masyarakat tetap dapat memperoleh beras dengan harga sesuai ketentuan pemerintah.
’’SPHP harus tetap ada di pasar agar masyarakat bisa membeli,’’ ujarnya.
Agung menyebut realisasi penyaluran beras SPHP Bulog Cabang Madiun hingga bulan ini bahkan telah melampaui target. Capaian penyaluran telah mencapai 103 persen.
Meski demikian, masyarakat diminta tidak khawatir terhadap ketersediaan beras. Sebab, stok yang tersedia masih mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat dan pedagang.
’’Target SPHP kami per bulan ini sudah mencapai 103 persen. Tapi jangan khawatir, stok kami masih banyak dan sangat cukup. Kapan pun masyarakat membutuhkan atau pedagang membutuhkan, bisa langsung melakukan pemesanan ke Bulog,’’ ucapnya.
Dia menambahkan, stok beras tersebut masih berpotensi bertambah. Pasalnya, masa panen di sejumlah wilayah belum sepenuhnya berakhir. Bulog masih membuka peluang penyerapan gabah dan beras dari sejumlah titik panen.
’’Panenan belum berakhir. Masih ada beberapa titik atau spot panen yang masih bisa kami serap,’’ ujarnya.
Karena itu, Bulog mengimbau masyarakat tidak melakukan pembelian berlebihan atau panic buying. Terlebih, saat ini penyaluran bantuan pangan masih berlangsung di tiga wilayah kerja Bulog Madiun, yakni Kota Madiun, Kabupaten Madiun, dan Kabupaten Ngawi.
’’Harapan kami masyarakat tidak perlu panik. Saat ini kami juga sedang melaksanakan penyaluran bantuan pangan di tiga wilayah. Jadi, masyarakat sudah punya beras di rumah dan tidak perlu melakukan panic buying,’’ katanya.
Agung menjelaskan, apabila stok beras bantuan pangan yang diterima masyarakat telah habis, masyarakat tetap dapat membeli beras SPHP di pasar maupun kios-kios pengecer resmi.
Namun, Bulog mengingatkan para penerima bantuan pangan agar tidak menjual kembali beras yang telah diterima. Bantuan tersebut diharapkan disimpan dan dimanfaatkan sebagai cadangan pangan keluarga.
’’Kami mengimbau masyarakat penerima bantuan pangan agar beras bantuan tersebut tidak dijual. Simpan di rumah dan dimasak untuk kebutuhan keluarga sebagai cadangan pangan,’’ ucapnya.
Sementara itu, harga eceran tertinggi (HET) beras SPHP masih tetap. Harga beras dari Bulog sebesar Rp11 ribu per kilogram dan dijual kepada masyarakat dengan harga maksimal Rp12.500 per kilogram.
Untuk kemasan lima kilogram, harga jual tertinggi yang diperbolehkan mencapai Rp62.500 per sak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....