Cuaca Madiun Raya 12–14 September, Cerah - Cerah Berawan, Siang Udara Sangat Terik.
- 12 Sep 2026 13:05 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Nganjuk merilis, curah hujan di Jawa Timur secara umum diprediksi berada pada kategori rendah, sejalan dengan pengaruh El Niño yang masih sangat kuat di wilayah Pasifik. Berdasarkan pemantauan suhu muka laut Niño 3.4, anomali suhu rata-rata periode JJA mencapai +2,2°C. Pengamat Meteorologi dan Geofisika BMKG Nganjuk, Setiyaris mengatakan, pemanasan Pasifik yang kuat tersebut berkontribusi terhadap berkurangnya suplai kelembapan dan pembentukan awan hujan di sebagian wilayah Indonesia, sehingga kondisi atmosfer relatif kering masih berpotensi berlanjut. Minimnya tutupan awan juga memungkinkan pemanasan permukaan berlangsung lebih intensif pada siang hari, sehingga suhu maksimum di sejumlah wilayah dapat mencapai lebih dari 35°C, termasuk di wilayah Madiun Raya.
“Prospek cuaca wilayah Madiun Raya untuk 3 hari ke depan didominasi oleh kondisi cerah hingga cerah berawan dengan suhu udara yang sangat terik di siang hari, suhu maksimum mencapai 35–36°C,” jelas Setiyaris, Sabtu 12 September 2026.
Pagi hari. cuaca cerah hingga sangat terik, dengan suhu udara meningkat cepat dari sekitar 23°C hingga 35°C, sementara wilayah pegunungan dan pesisir dapat berada pada kisaran 19–30°C. Seiring meningkatnya pemanasan matahari, kelembapan udara turun dari sekitar 85% menjadi 35%, sehingga udara terasa semakin kering. Angin umumnya bertiup dari arah Tenggara, dengan kecepatan yang meningkat dari sekitar 5 km/jam pada pagi hari hingga 20 km/jam menjelang siang.
Siang hari, cuaca cerah hingga berawan tipis, dengan tutupan awan yang minim. Suhu maksimum di dataran rendah Madiun, Ngawi, dan Ponorogo dapat mencapai 35–36°C, sedangkan wilayah dataran tinggi seperti lereng Lawu dan pesisir Pacitan relatif lebih sejuk, sekitar 26–30°C. Kelembapan udara yang rendah, sekitar 32–40%, membuat udara terasa kering, sementara angin dominan bertiup dari Timur–Tenggara dengan kecepatan 10–22 km/jam, sehingga kondisi siang terasa panas, kering, dan berangin, terutama di wilayah terbuka.
Malam hingga dini hari, cuaca cerah dengan tutupan awan sangat minim. Suhu minimum di dataran rendah Madiun, Ngawi, dan Ponorogo dapat mencapai 21–24°C, sedangkan wilayah lereng Lawu dan Pacitan sekitar 16–19°C. Kelembapan meningkat dari sekitar 75–90% pada malam hari menjadi 85–99% menjelang subuh. Angin dominan Tenggara–Selatan dengan kecepatan relatif rendah, sekitar 5–10 km/jam, sehingga suasana malam cenderung tenang dan dingin, terutama menjelang waktu subuh.
Perairan pantai Pacitan, cuaca cerah hingga cerah berawan. Suhu udara berkisar 25–31°C dan kelembapan siang sekitar 45–55% dan malam meningkat hingga 90–99%. Angin dominan bertiup dari Timur–Tenggara dengan kecepatan sekitar 20–24 km/jam, sehingga kondisi laut relatif berombak. Tinggi gelombang di perairan dekat pantai diperkirakan sekitar 1,9–2,3 meter, sedangkan di Samudra Hindia selatan Pacitan dapat mencapai 2,5–3,1 meter. Sementara itu, arus permukaan sekitar 2,5 km/jam cenderung bergerak ke arah Barat.
Menghadapi kondisi cuaca yang cenderung panas, kering, dan berangin, Setiyaris menghimbau masyarakat untuk menjaga kecukupan cairan, melindungi kulit dari paparan sinar Matahari yang kuat, serta menggunakan pakaian hangat pada malam hingga dini hari. Kondisi udara kering dan angin kencang juga meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan, sehingga masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran terbuka dan berhati-hati terhadap sumber api. Petani di wilayah yang mengalami keterbatasan air perlu mengatur penggunaan air secara efisien. Khusus aktivitas di perairan Pacitan, nelayan dan wisatawan perlu memperhatikan angin kencang, gelombang, dan arus laut, serta selalu mengikuti informasi dan batas keselamatan yang ditetapkan petugas. (Shabrina).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....