Grebeg Maulud Kembali Digelar di Kota Madiun

  • 25 Agt 2026 13:55 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Grebeg Maulud Nabi Muhammad SAW kembali digelar di Kota Madiun, Selasa (25/8/2026), setelah terakhir kali dilaksanakan pada 2019 lalu. Rangkaian kegiatan diawali dengan kirab dan diakhiri tradisi masyarakat berebut Gunungan Jaler dan Estri.

Kirab dimulai sekitar pukul 07.00 WIB dengan rute dari Masjid Besar Kuno Taman menuju Alun-Alun Kota Madiun. Peserta kirab terdiri dari pelajar SMP/MTs, lurah, dan camat se-Kota Madiun.

Sebelum rombongan kirab tiba, masyarakat di Alun-Alun Kota Madiun disuguhi berbagai pertunjukan seni, seperti seni Gembrung dan Bedug Rampak. Nuansa khidmat terasa saat rombongan kirab bersama Gunungan Jaler dan Gunungan Estri memasuki alun-alun diiringi Gamelan Sekaten. Suasana pun berubah ramai saat masyarakat berebut hasil bumi dan jajanan pasar tradisional yang terdapat pada kedua gunungan tersebut.

Plt. Wali Kota Madiun, F. Bagus Panuntun, menyampaikan Grebeg Maulud merupakan momentum untuk meningkatkan keteladanan terhadap Rasulullah SAW. Selain itu, kegiatan tersebut juga menjadi bagian dari upaya menjaga tradisi budaya yang ada di Kota Madiun.

“Kalau dari pemerintah kota, satu bagaimana momentum ini kita maknai kepatuhan kita pada Rasulullah. Yang kedua, budaya yang ada di Grebeg Maulid ini harus tetap kita jaga karena beberapa tahun terakhir kan kita tidak melaksanakan kegiatan seperti ini,” ujarnya.

Bagus menyebut pelaksanaan Grebeg Maulud tahun ini menjadi awal untuk kembali menghidupkan tradisi yang sempat vakum. Ia mengapresiasi tokoh agama dan masyarakat yang turut mengingatkan pemerintah kota agar kegiatan Grebeg Maulud kembali dilaksanakan.

“Dan alhamdulillah tahun ini Grebeg Maulud tahun 2026 bisa kita selenggarakan,” katanya.

Ia menambahkan pelaksanaan Grebeg Maulud tahun ini akan menjadi bahan evaluasi untuk penyelenggaraan pada tahun berikutnya.

“Semua tidak ada yang sempurna, tetapi poin-poin sudah ada catatan dari teman-teman Disbudparpora yang nanti untuk tahun depan harus kita laksanakan lagi, kita sempurnakan supaya nanti lebih dari yang tahun ini,” ujarnya.

Lebih lanjut, Bagus berharap Grebeg Maulud dapat rutin dilaksanakan dan menjadi salah satu ikon budaya dan pariwisata Kota Madiun. Selain sebagai upaya melestarikan budaya, kegiatan tersebut diharapkan dapat menarik wisatawan dan turut menggerakkan ekonomi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....