Gangguan Spektrum Autisme yang disertai Keterlambatan Koordinasi Motorik
- 23 Agt 2026 19:28 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun – Gangguan Spektrum Autisme atau Autism Spektrum Disorder (ASD) sering kali muncul bersamaan (komorbid) dengan keterlambatan atau gangguan koordinasi motorik. Kondisi ini umumnya dikenal dalam dunia medis/psikologis sebagai Dyspraxia atau Developmental Coordination Disorder (DCD).
Studi menunjukkan bahwa lebih dari setengah individu dengan autisme mengalami kendala pada perencanaan, pengorganisasian, dan eksekusi gerakan fisik
“Jadi memang gangguan spektrum autism itu tidak berdiri sendiri ya maksudnya dia itu kebanyakan hampir 100 persen disertai dengan gangguan penyerta yang lain yang disebut dengan komorbid bisa disertai dengan perilaku hiperaktivitas" ujar Arif Budhi Santoso, pemilik Sekolah Anak Autis & Special Need DALTA OZORA Madiun) saat menajdi narasumber acara Ruang disabilitas dan inklusi di PRO 1 RRI Madiun, Sabtu (22/8/2026).
Anak dengan kondisi (ASD) patut mendapat perhatian khusus dari orangtuanya. Pasalnya, gangguan tersebut akan muncul dan memiliki beberapa ciri yang akan nampak pada saat anak memasuki fase usia tertentu.
“Apabila dia sudah mencapai usia tertentu. Misalkan gangguannya anak ini kalau berjalan
kok enggak bisa tegak ya. Jadi sering jatuh, sering menabrak benda ataupun anak ini kalau disuruh merangkai suatu permainan, apakah puzzle, apakah meroncing kok cenderung mudah bosan ataupun tidak telaten. Jadi tidak tuntas seperti itu" jelas Arif
Fenomena tersebut kata Arif, dipengaruhi oleh kondisi saraf otak yang kemudian dilanjutkan dengan berbagai aktifitas motorik. Sementara gerak motorik sendiri sangat tergantung dari perintah otak dikepala.
“Ini dari motorik. Dari motorik kan motorik itu ada tiga ya, motorik kasar, motorik halus ataupun motorik oral. Nah, motorik kasar ini biasanya berkaitan dengan aspek gerak. Jadi, oleh karena itu aspek gerak seperti apa ya berjalan, berguling, meloncat, dan sebagainya," terangnya.
Arif juga menuturkan bahwa dampak dari ASD pada anak sangat terasa pada gerak motorik anak. Sehingga jika tidak ditangani secara holistik akan berdampak lebih serius terhadap tingkat kepercayaan diri anak kemudian muncul perilaku negatif.
“Biasanya yang paling nampak adalah tadi aspek gerak ya. Kemudian juga untuk berlari cenderung takut jatuh. Melompat takut jatuh juga. Nah, kemudian naik turun tangga takut jatuh juga sehingga untuk melakukan satu gerakan terlihat canggung. Kemudian kalau canggung kalau dipaksain pasti muncul perilaku emosi negatif dengan marah, menangis dan sebaginya," tutur Arif
Pada kesempatan itu, Arif mengajak orang tua yang memiliki anak spesial dengan Gangguan Spektrum Autisme atau Autism Spektrum Disorder (ASD) melakukan Pendekatan Dini (Early Intervention) untuk membantu meminimalkan dampak keterlambatan motorik terhadap rasa percaya diri dan kemandirian anak.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....