Cuaca Madiun Raya 16-18 Agustus, Cerah-Cerah Berawan, Suhu udara meningkat 31–34°C.

  • 16 Agt 2026 09:31 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun – Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Nganjuk merilis, kondisi cuaca di Pulau Jawa saat ini secara umum masih didominasi cerah hingga cerah berawan, meskipun hujan lokal berskala kecil masih berpeluang terjadi di sebagian wilayah akibat adanya gangguan atmosfer MJO yang relatif lemah dan belum signifikan. Kondisi atmosfer regional masih dipengaruhi El Niño kuat dengan indeks ENSO sekitar +2,18°C, IOD positif sekitar +0,457, serta Monsun Australia yang masih aktif, sehingga pasokan uap air dan pembentukan awan hujan di wilayah Jawa, khususnya Jawa Timur, cenderung terbatas. Pengamat Meteorologi dan Geofisikan BMKG Nganjuk Setiyaris mengungkapkan, kombinasi faktor tersebut menyebabkan aktivitas konveksi relatif rendah dan mempertahankan kondisi kering, sementara hujan yang terjadi cenderung lokal, sporadis, dan berdurasi singkat. Sehingga sifat hujan di Jawa Timur cenderung Bawah Normal dengan curah hujan dasarian yang relatif rendah, sehingga kondisi kering masih menjadi pola dominan meskipun peluang hujan lokal tetap ada. Demikian juga kondisi cuaca di wilayah Madiun Raya didominasi cerah hingga cerah berawan.

“Prospek cuaca wilayah Madiun Raya 16 hingga 18 Agustus 2026 didominasi oleh kondisi cerah hingga cerah berawan dengan peluang hujan yang sangat rendah,” ungkap Setiyaris, Minggu 16 Agustus 2026.

Selanjutnya dijelaskan:

  • Pagi hari, Cuaca cerah hingga cerah berawan dengan suhu udara sekitar 17–24°C dan kelembapan relatif tinggi, yaitu 75–90%. Wilayah Magetan, khususnya kawasan dataran tinggi dan lereng Gunung Lawu, cenderung lebih sejuk. Angin bertiup dari arah tenggara–selatan dengan kecepatan sekitar 5–15 km/jam.

  • Siang hari, cuaca cerah dan terik dengan potensi pembentukan awan yang relatif rendah. Suhu udara meningkat hingga 31–34°C, terutama di Ngawi dan Madiun bagian utara, sedangkan kelembapan turun hingga sekitar 40–55%. Angin dari arah timur–tenggara bertiup lebih kuat dengan kecepatan 15–30 km/jam. Kondisi panas, kering, dan berangin meningkatkan risiko kekeringan dan karhutla, serta berpotensi meningkatkan gelombang di pesisir Pacitan.

  • Malam dan dini hari, cuaca cerah hingga berawan tipis, dengan suhu 18–26°C dan kelembapan 65–95%. Angin bertiup dari tenggara hingga selatan–barat daya dengan ecepatan 5–20 km/jam. Suhu di dataran tinggi Magetan dan Ponorogo dapat turun hingga sekitar 17°C, sehingga berpotensi terjadi fenomena bediding.

Setiyaris menghimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap kondisi cuaca selama musim kemarau, terutama potensi kekeringan dan kebakaran hutan/lahan di wilayah Ngawi, Madiun, dan Ponorogo. Hindari pembakaran lahan dan pastikan sumber api benar-benar padam. Waspadai pula angin kencang di Magetan dan lereng Gunung Lawu. Bagi nelayan dan wisatawan di pesisir Pacitan, disarankan memantau kondisi gelombang dan menghindari aktivitas di laut saat gelombang tinggi. Sementara itu, masyarakat di dataran tinggi Magetan dan Ponorogo perlu mengantisipasi suhu dingin pada malam hingga pagi hari. Selama periode kemarau, masyarakat juga diimbau menghemat penggunaan air dan terus memantau informasi cuaca serta peringatan dini dari instansi resmi. (Shabrina).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....