Cuaca Madiun Raya 21-23 September, Didominasi Cerah-Berawan, Suhu Relatif Hangat.

  • 21 Sep 2026 21:21 WIB
  •  Madiun

RRI. CO. ID, Madiun - Sebagian besar wilayah Jawa Timur masih mengalami periode kering yang cukup panjang, dengan sejumlah wilayah mencatat Hari Tanpa Hujan (HTH) lebih dari 60 hari yang menunjukkan kondisi kekeringan ekstrem. Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Nganjuk merilis, pada Dasarian II September 2026, curah hujan di sebagian besar wilayah Jawa Timur juga masih tergolong rendah. Kondisi ini salah satunya berkaitan dengan El Niño yang saat ini berada pada kondisi kuat, yang cenderung mengurangi pasokan uap air dan pembentukan awan hujan sehingga meningkatkan peluang periode kering yang panjang. Pengamat Meteorologi dan Geofisika BMKG Nganjuk, Setiyaris mengungkapkan, El Niño diperkirakan menguat hingga November–Desember 2026, kemudian berangsur melemah mulai awal 2027, dengan pengaruh yang masih berpotensi bertahan hingga sekitar Maret 2027. Meski demikian, hujan lokal masih tetap berpotensi terjadi karena pengaruh kondisi atmosfer dan faktor lokal, sehingga tidak berarti seluruh wilayah Jawa Timur akan tanpa hujan; hujan dapat turun secara sporadis dengan durasi dan intensitas yang berbeda antarwilayah. Sedangkan prospek wilayah Madiun Raya 21 – 23 September 2026 diprakirakan didominasi cuaca cerah hingga berawan dengan suhu yang relatif hangat.

”Wilayah Madiun Raya dalam 3 hari ke depan diprakirakan didominasi cuaca cerah hingga berawan dengan suhu yang relatif hangat,” ungkap Setiyaris, enin 21 September 2026.

Pada pagi hari, cuaca Madiun, Ngawi, dan Ponorogo cerah hingga cerah berawan dengan suhu 23–26°C. Sementara itu, Magetan dan Pacitan cenderung lebih sejuk, sekitar 19–22°C dengan kelembapan tinggi 85–98%. Siang hari, Madiun, Ngawi, dan Ponorogo cuaca cerah, dengan suhu sekitar 34–36°C dan kelembapan turun menjadi 32–45%. Sementara Magetan dan Pacitan cerah berawan suhu relatif lebih sejuk 28–30°C, kelembapan 50–65%. Malam hingga dini hari, Madiun, Ngawi, dan Ponorogo cerah hingga cerah berawan dengan suhu turun dari sekitar 26°C menjadi 22–24°C, sementara kelembapan meningkat hingga 75–85%. Di Magetan dan Pacitan, suhu lebih rendah, terutama di dataran tinggi yang dapat mencapai 17–19°C dan kelembapan 85–95%. Masyarakat diimbau mewaspadai cuaca panas, udara kering, dan angin kencang dengan menjaga kecukupan cairan, menghemat air, serta menghindari pembakaran sampah atau lahan. Meski kemarau masih dominan, hujan lokal disertai petir dan angin kencang tetap dapat terjadi. Masyarakat dapat memantau informasi dan peringatan dini BMKG melalui InfoBMKG dan kanal resmi @infobmkg. (Shabrina).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....