Pemkot Madiun Siapkan Wisata Edukasi Kehutanan Bersama Perhutani
- 14 Agt 2026 17:03 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Kota Madiun — Pemerintah Kota Madiun menggandeng Perhutani Forestry Institute (PeFI) untuk mengembangkan wisata edukasi kehutanan. Kerja sama ini menjadi bagian dari upaya pemerintah kota mencari destinasi wisata baru di wilayah tersebut.
Pelaksana Tugas Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun mengatakan kawasan yang dikelola Perhutani memiliki beragam potensi wisata. Salah satunya adalah arboretum yang berada di kompleks PeFI.
“Potensi Perhutani ini sangat luas dan pemanfaatan wisatanya juga bisa bermacam-macam, utamanya edukasi terhadap kehutanan,” kata Bagus saat menemui Kepala PeFI Moch. Farid Januardi pada Kamis, 13 Agustus 2026.
Menurut Bagus, Pemkot Madiun juga sedang menyiapkan kawasan baru di seberang kompleks Perhutani. Karena itu, sejumlah fasilitas yang dimiliki PeFI dinilai dapat dikembangkan secara terintegrasi.
Selain arboretum, fasilitas penginapan dan sejumlah titik lain di kawasan tersebut akan dipertimbangkan untuk dikembangkan sebagai bagian dari destinasi wisata. Pemerintah kota berencana menindaklanjutinya melalui nota kesepahaman (MoU) dan perjanjian kerja sama (PKS).
“Kita akan mencoba komunikasi, bikin PKS supaya nanti kita lebih memaksimalkan potensi-potensi dari Perhutani,” ujar Bagus.
Bagus mengatakan wisata edukasi tersebut akan dibuat untuk berbagai segmen pengunjung. Anak-anak dapat menjadi salah satu sasaran melalui kegiatan pengenalan kehutanan, tetapi konsepnya tidak akan berhenti di kelompok usia tersebut.
Rombongan wisata dan wisatawan dewasa juga akan menjadi sasaran pengembangan. Menurut Bagus, kebutuhan wisatawan perlu dipetakan agar fasilitas dan aktivitas yang disiapkan sesuai dengan karakter pengunjung.
Perhutani, kata dia, juga tengah mempersiapkan pengembangan kawasan tersebut yang diharapkan dapat berjalan mulai tahun depan.
Konsep utama wisata yang akan dikembangkan adalah edukasi kehutanan, termasuk pengenalan mengenai pelestarian hutan di Indonesia.
Kepala Perhutani Forestry Institute Moch. Farid Januardi menyambut rencana kerja sama tersebut. Dia menilai sinergi dengan Pemkot Madiun dapat membuka peluang pemanfaatan aset dan pengetahuan Perhutani untuk kepentingan masyarakat.
“Kami punya pengalaman panjang mengelola hutan, ada pengetahuan, ada sejarah. Itu bisa menjadi sesuatu yang bisa dimanfaatkan oleh masyarakat, terutama dalam bidang edukasi,” kata Farid.
PeFI selama ini berfungsi sebagai pusat pelatihan. Namun, sejumlah fasilitas yang sebelumnya digunakan untuk kebutuhan internal akan dikembangkan agar dapat dimanfaatkan masyarakat secara komersial.
Fasilitas itu antara lain guest house, Forest Cafe, fasilitas olahraga, aula, ruang pertemuan, dan ruang kelas. Kawasan PeFI memiliki luas hampir tujuh hektare dan dilengkapi 146 kamar.
Adapun arboretum di kawasan tersebut memiliki luas sekitar satu lapangan sepak bola. Keberadaan arboretum dan berbagai fasilitas lain menjadi modal untuk mengembangkan wisata edukasi kehutanan.
Farid mengatakan pembahasan lebih lanjut dengan Pemkot Madiun masih diperlukan sebelum kerja sama tersebut direalisasikan. Pengembangan juga berpotensi melibatkan unit Perhutani lain, seperti KPH Lawu, KPH Madiun, dan KPH Saradan.
“Tidak hanya kami di sini. Ada KPH Lawu, KPH Madiun, KPH Saradan. Ada potensi-potensi yang mungkin bisa disinergikan untuk mendukung pengembangan Kota Madiun,” ujarnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....