Cuaca Madiun Raya 6 - 8 Agustus, Cerah - Cerah Berawan, Kabut Tipis di Lereng Pegunungan

  • 06 Agt 2026 11:36 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Kondisi kering di Jawa Timur diprakirakan masih berlanjut dan berpotensi meluas seiring dominasi Monsun Australia yang membawa massa udara kering dari Benua Australia ke wilayah Indonesia.

Sesuai rilis Badan Meteorologi, Klimatopologi dan Geofisika (BMKG) Nganjuk, kondisi ini tercermin dari dominasi Hari Tanpa Hujan (HTH) kategori Sangat Panjang (31–60 hari) hingga Ekstrem (>60 hari) di sejumlah wilayah serta meningkatnya kejadian kebakaran hutan dan lahan. Pengamat Meteorologi dan Geofisika BMKG Nganjuk Setiyaris mengatakan, selain itu, kondisi atmosfer semakin diperkuat oleh masih kuatnya fenomena El Niño (indeks Niño 3.4 sebesar +2,45 dan SOI −29,2) serta kecenderungan menuju IOD Positif (indeks +0,715), yang secara umum menghambat pembentukan awan hujan sehingga curah hujan di Jawa Timur, diprakirakan tetap rendah meskipun hujan lokal masih berpotensi terjadi di beberapa wilayah. Sedangkan potensi cuaca untuk wilayah Madiun Raya diprakirakan didominasi cuaca cerah hingga cerah berawan.

“Prospek cuaca Madiun Raya 3 hari ke depan didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan dengan potensi hujan yang sangat rendah,” sebut Setiyaris, Kamis 6 Agustus 2026.

  • Pagi hari, cuaca cerah hingga cerah berawan. Potensi kabut tipis berpeluang muncul di daerah lereng pegunungan dan pesisir selatan. Suhu udara diprakirakan berkisar antara 18–25°C dengan kelembapan relatif tinggi, yaitu 75–98%. Angin bertiup lemah dari arah Timur-Tenggara dengan kecepatan 5–15 km/jam.

  • Siang hari, cuaca cerah dengan minim tutupan awan sehingga intensitas penyinaran matahari cukup tinggi. Suhu udara berkisar antara 28–35°C, dengan suhu maksimum berpotensi terjadi di Ngawi dan Madiun. Kelembapan udara menurun menjadi 35–55%, mencerminkan kondisi atmosfer yang relatif kering. Angin bertiup dari arah Timur-Tenggara dengan kecepatan 20–35 km/jam, dengan hembusan yang lebih kuat berpotensi terjadi di wilayah terbuka, lereng pegunungan, dan pesisir selatan.

  • Malam dan dini hari, cuaca cerah berawan dan berpotensi berubah menjadi udara kabur (haze) hingga berkabut, terutama di wilayah pesisir Pacitan serta lereng pegunungan seperti Magetan dan Ponorogo menjelang pagi. Suhu udara turun mencapai 15–24°C, sehingga udara terasa lebih dingin. Kelembapan udara meningkat menjadi 65–95%, sementara angin bertiup dari arah Tenggara dengan kecepatan 10-20 km/jam.

Setiyaris menghimbau agar masyarakat tetap menjaga kesehatan dengan mencukupi kebutuhan cairan, menggunakan pelindung dari paparan sinar matahari, serta mengenakan pakaian hangat pada malam hingga dini hari. Masyarakat juga diharapkan tidak membakar sampah maupun lahan karena kondisi cuaca kering dan angin yang cukup kencang meningkatkan risiko kebakaran. Sementara itu, nelayan dan wisatawan di pesisir Pacitan diimbau mewaspadai potensi angin kencang dan gelombang tinggi. (Shabrina).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....