Padhang Mbranang, Sulap Balai Kota dan Koridor PSC Jadi Panggung Seni Digital
- 27 Jul 2026 21:28 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Kota Madiun – Balai Kota Madiun mendadak berubah menjadi layar raksasa. Beragam visual cahaya dan gambar bergerak diproyeksikan ke dinding bangunan tersebut. Pemandangan serupa juga terlihat di Koridor Pahlawan Street Center (PSC).
Dua lokasi itu menjadi panggung Padhang Mbranang Southeast Asia Projection Mapping Competition 2026. Event tersebut digelar dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-108 Kota Madiun, mulai 24-26 Juli 2026.
Kompetisi yang baru kali pertama digelar itu diikuti 36 peserta. Sebanyak 15 di antaranya lolos ke babak final. Peserta datang dari berbagai daerah di Indonesia hingga Vietnam. Mereka beradu kreativitas selama dua hari untuk memperebutkan total hadiah sekitar Rp 25 juta.
Ratusan warga pun antusias menyaksikan pertunjukan seni digital tersebut. Teknologi projection mapping membuat bangunan dan ruang publik di Kota Madiun tampil dengan wajah berbeda.
Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun mengatakan, Padhang Mbranang tahun ini mengusung tema ’’Transformasi’’. Menurutnya, event tersebut menjadi sarana untuk mengenalkan perkembangan teknologi digital sekaligus membuka ruang bagi masyarakat untuk terlibat dalam industri kreatif.
’’Harapannya, event ini bisa meningkatkan daya tarik masyarakat Kota Madiun untuk turut berkecimpung di dunia kreatif,’’ katanya.
Bagus menyebut, pemanfaatan Koridor PSC sebagai lokasi pertunjukan menjadi pengalaman pertama bagi Pemkot Madiun. Ruang publik yang berada di bawah jalur penyeberangan itu dinilai memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi venue berbagai kegiatan kreatif.
Selain menjadi ruang pertunjukan, kegiatan tersebut juga memperkenalkan perkembangan teknologi digital dan digital art experience kepada masyarakat.
Bagus menambahkan, penyelenggaraan Padhang Mbranang sejalan dengan cita-cita Kota Madiun menuju ’’Madiun Maju Mendunia’’ pada 2030. Pemerintah kota ingin memanfaatkan berbagai potensi, termasuk teknologi digital dan ekonomi kreatif, untuk memperkenalkan Madiun ke dunia.
’’Kami ingin memperkenalkan Kota Madiun ke dunia. Kota kecil yang punya daya tarik berbeda dari kota-kota lain,’’ ungkapnya.
Pemkot Madiun juga memiliki perangkat projection mapping sendiri. Perangkat tersebut dimanfaatkan bersama pelaku ekonomi kreatif dan perusahaan digital dalam penyelenggaraan event tersebut.
Event tersebut memperebutkan hadiah total sekitar Rp25 juta. Bagus juga berharap kedepan, kreator video mapping dari Kota Madiun akan lebih banyak bermunculan.

Dalam kegiatan itu, Pemkot Madiun menggandeng Imajiwa Studio Creative. Founder Imajiwa Studio Creative Yedutun Linus Suwarno alias Ones mengatakan, pihaknya melibatkan juri profesional untuk menjaga kualitas kompetisi.
Dewan juri tidak hanya berasal dari Indonesia. Salah satu juri berasal dari Malaysia. Keterlibatan juri profesional dari dua negara tersebut diharapkan membuat proses penilaian karya berlangsung lebih objektif dan terkurasi.
Dia menambahkan, Padhang Mbranang juga diharapkan mampu menggerakkan ekonomi kreatif di Kota Madiun. Jika digelar rutin, event tersebut berpotensi menarik lebih banyak peserta dan pelaku kreatif dari luar daerah maupun luar negeri.
’’Kalau acara ini bisa rutin, teman-teman dari luar bisa datang ke sini. Peserta juga datang, sehingga ekonomi bisa ikut bergerak,’’ ujar Ones. (adk)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....