Kirab Panji Persatuan dan Obor Perjuangan Tandai Hari Jadi ke-108 Kota Madiun

  • 20 Jun 2026 22:13 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Kota Madiun - Kirab Panji Persatuan dan Obor Perjuangan menjadi penanda bertambahnya usia Kota Madiun yang ke-108. Prosesi sakral tersebut digelar menjelang pergantian hari dari Jumat, 19 Juni menuju Sabtu, 20 Junin2026, bertepatan dengan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Madiun.

Ratusan Aparatur Sipil Negara (ASN), perwakilan dari 14 perguruan pencak silat, dan Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) turut ambil bagian dalam kirab tersebut. Dengan nuansa budaya Jawa yang kental, peserta berjalan kaki dari Kantor Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) I Madiun menuju Balai Kota Madiun.

Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun mengatakan, Kirab Panji Persatuan dan Obor Perjuangan dipilih sebagai pembuka rangkaian peringatan hari jadi karena Kota Madiun memiliki sejarah panjang yang perlu terus dikenalkan kepada masyarakat.

“Madiun memiliki cerita sejarah yang harus terus disampaikan. Melalui kirab ini, kami ingin menghadirkan semangat perjuangan sebagai ruh atau nyawa dalam pembukaan peringatan Hari Jadi Kota Madiun,” ujarnya.

Menurut Bagus, usia ke-108 Kota Madiun bukan sekadar angka, melainkan simbol perjalanan panjang dan perjuangan para pendahulu dalam membangun daerah hingga mencapai kondisi saat ini.

“Angka 108 bukan hanya angka biasa. Di baliknya ada perjalanan dan perjuangan panjang para pendahulu yang harus kita hormati. Karena itu, peringatan ini dikemas dalam balutan budaya sekaligus menjadi momentum untuk menumbuhkan semangat kebersamaan,” katanya.

Sebagai simbol estafet perjuangan, api obor yang dinyalakan dalam kirab tersebut akan terus dijaga agar tetap menyala hingga 20 Juli 2026. Api itu tidak akan dipadamkan, baik siang maupun malam.

“Api ini menjadi simbol bahwa seluruh warga Kota Madiun memiliki semangat yang sama untuk meneruskan perjuangan dalam membangun dan memajukan kota,” tambahnya.

Persiapan Kirab Panji Persatuan dan Obor Perjuangan Kita Madiun. (Foto: Aris D.K/RRI Madiun)

Selain menghadirkan prosesi simbolis, Bagus mengingatkan bahwa pemerintah daerah masih memiliki sejumlah pekerjaan rumah yang harus diperjuangkan bersama. Di antaranya adalah upaya pengentasan kemiskinan dan penurunan angka pengangguran yang masih menjadi tantangan pembangunan.

“Kita masih memiliki masyarakat yang hidup dalam kemiskinan dan persoalan pengangguran yang harus terus diperjuangkan penyelesaiannya. Karena itu, masyarakat, pemerintah, dan seluruh pihak harus bergandengan tangan untuk mengatasi berbagai kekurangan yang masih ada,” ungkapnya.

Untuk diketahui, acara Kirab Panji Persatuan dan Obor Perjuangan tersebut juga dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Madiun. Kegiatan yang baru pertama kali digelar itu berhasil menarik perhatian masyarakat. Mereka tampak antusias memadati sejumlah titik sepanjang rute kirab untuk menyaksikan jalannya prosesi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....