Kemenekraf Dorong Tiga Program Ekonomi Kreatif di Kawasan Pawitandirogo

  • 22 Agt 2026 18:06 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Kota Madiun - Kementerian Ekonomi Kreatif mendorong pengembangan tiga sektor utama ekonomi kreatif di kawasan Pawitandirogo yang meliputi Pacitan, Ngawi, Magetan, Kota dan Kabupaten Madiun, serta Ponorogo. Ketiganya adalah aktivasi Desa/Kelurahan Kreatif, Creative Hub, dan program Creative By Indonesia.

Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyampaikan hal itu dalam Sarasehan Kemerdekaan Pawitandirogo di Ballroom Hotel Mercure, Kota Madiun, yang diadakan Paguyuban Pawitandirogo dengan tema “Pengembangan Kawasan dan Pemberdayaan Ekonomi”, pada Jumat, 21 Agustus 2026.

Riefky mengatakan kawasan Pawitandirogo memiliki potensi ekonomi kreatif yang besar. Potensi tersebut, kata dia, terlihat dari tumbuhnya komunitas-komunitas kreatif yang mulai mengembangkan kegiatan dari sekadar hobi menjadi aktivitas bernilai ekonomi.

“Kita melihat Pawitandirogo mempunyai potensi ekonomi kreatif yang luar biasa. Dengan kehadiran komunitas-komunitas yang tadinya mungkin hanya sekadar hobi, sekarang sudah mengarah bagaimana memberikan nilai ekonomi,” ujar Riefky.

Menurut dia, perkembangan ekonomi kreatif dapat berkontribusi terhadap produk domestik regional bruto (PDRB) sekaligus membuka lapangan kerja baru. Terlebih, perkembangan teknologi digital telah melahirkan beragam jenis pekerjaan dengan penghasilan yang cukup besar.

Riefky juga menilai kekayaan budaya di kawasan Pawitandirogo menjadi modal penting bagi pengembangan ekonomi kreatif. Budaya sebagai sumber ide dapat dikembangkan melalui inovasi, teknologi, dan kreativitas sehingga menghasilkan nilai ekonomi.

“Budaya itu hulunya. Ketika turunannya kita beri sentuhan inovasi, teknologi, dan kreativitas, di situlah ekonomi kreatif hadir,” katanya.

Kementerian Ekonomi Kreatif, kata Riefky, siap berkolaborasi dengan pemerintah daerah di kawasan Pawitandirogo untuk mengembangkan pelaku ekonomi kreatif lokal. Salah satu upayanya dengan mengkurasi pelaku dan merek lokal agar dapat berkembang dari tingkat nasional hingga pasar global.

“Kami ingin mengkurasi local hero untuk go national, kemudian dari national champion untuk go global,” ujarnya.

Selain pengembangan pasar, pemerintah juga akan mendorong akses pendanaan, akses pasar, perlindungan kekayaan intelektual, hingga keberlanjutan usaha. Menurut Riefky, keberlanjutan menjadi tantangan karena tidak sedikit kegiatan ekonomi kreatif yang muncul tetapi kemudian berhenti.

“Banyak sekali kegiatan ekonomi kreatif kita muncul kemudian hilang, tidak sustain. Sustain sesuatu hal yang penting,” katanya.

Untuk itu, Kementerian Ekonomi Kreatif menyiapkan tiga program yang akan dijalankan mulai semester kedua tahun ini. Pertama, aktivasi Desa/Kelurahan Kreatif. Program tersebut bukan ditujukan untuk membangun desa kreatif baru, melainkan memperkuat desa dan kelurahan kreatif yang telah dibina pemerintah daerah maupun komunitas.

Kedua, aktivasi Creative Hub. Pemerintah akan mengoptimalkan ruang-ruang kreatif yang sudah tersedia, baik di dalam maupun luar ruangan, agar dapat menjadi wadah pengembangan talenta dan wirausaha ekonomi kreatif.

“Creative Hub yang sudah ada ini kita aktivasi agar talenta wirausaha ekonomi kreatif kita mendapatkan peluang-peluang, tidak hanya meningkatkan kualitas mereka, tetapi juga penambahan nilai,” kata Riefky.

Ketiga, Creative By Indonesia yang diarahkan untuk mengurasi dan meningkatkan kelas merek lokal agar mampu memperluas pasar, mulai dari tingkat provinsi, nasional, hingga global.

Sementara itu, Pelaksana Tugas Wali Kota Madiun F. Bagus Panuntun menyambut baik tiga program yang didorong Kementerian Ekonomi Kreatif tersebut. Menurut dia, program aktivasi Desa/Kelurahan Kreatif sejalan dengan upaya Pemerintah Kota Madiun membangun ekosistem ekonomi kreatif.

Ia mengatakan Pemkot Madiun telah menyiapkan dukungan anggaran untuk pengembangan ekosistem tersebut. Salah satu potensi yang dinilai memiliki peluang besar adalah pencak silat.

“Yang 2027 lebih kepada bagaimana kita membangun ekosistem dulu. Besar harapan saya nanti kita ini dikawal dari kementerian, Kota Madiun khususnya. Karena peluangnya sangat besar, utamanya pencak silat,” ujarnya.

Menurut dia, sejumlah program ekonomi kreatif telah dikembangkan di Kota Madiun, antara lain Padhang Mbranang atau kompetisi video mapping tingkat Asia Tenggara, Kirab Budaya Pencak Silat, serta Madiun Creative Youth.

Pemerintah Kota Madiun, kata dia, akan terus memberikan ruang bagi anak muda dan pelaku ekonomi kreatif untuk mengembangkan karya serta usahanya.

“Dari beberapa hal yang sudah kita lakukan, kita paparkan dan matur nuwun dari Kementerian Ekonomi Kreatif memberikan apresiasi. Tentunya ini mendorong semangat pemerintah kota untuk terus mengawal teman-teman muda, teman-teman pelaku kreatif yang ada di Kota Madiun,” katanya.

Ia menargetkan Kota Madiun dapat mencapai status Kota Kreatif pada 2029. Karena itu, komunikasi dengan Kementerian Ekonomi Kreatif dan pembangunan ekosistem dinilai perlu terus diperkuat.

“Untuk menjadi Kota Kreatif, Kota Madiun itu saya target 2029. Sehingga ini perlu membangun komunikasi, perlu membangun ekosistem, tindak lanjut akan seperti apa,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....