Jelang Ajaran Baru, 9 SPPG di Magetan Belum Bisa Beroperasi
- 10 Jul 2026 11:18 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Magetan - Menjelang dimulainya tahun ajaran 2026/2027, masih terdapat sembilan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Kabupaten Magetan yang belum dapat kembali beroperasi. Kendati demikian, Satuan Tugas (Satgas) Makan Bergizi Gratis (MBG) memastikan sebagian besar layanan tetap berjalan karena 61 dapur telah dinyatakan siap melayani siswa mulai Senin, 13 Juli 2026.
Petugas Satgas MBG Magetan, Awang Arifaini Rudin, menjelaskan sembilan SPPG tersebut masih menyelesaikan sejumlah tahapan sebelum memperoleh izin operasional dari Badan Gizi Nasional (BGN).
"Dari total 70 SPPG, sebanyak 61 sudah siap beroperasi saat hari pertama sekolah. Sementara sembilan lainnya masih dalam proses penyelesaian dan kami targetkan bisa menyusul dalam dua hingga tiga hari ke depan," ujarnya saat ditemui di ruang kerjanya, Jumat (10/7/2026).
Menurut Awang, empat dari sembilan dapur tersebut sebelumnya sempat dikenai status suspensi. Kini pengelolanya tengah mengajukan pencabutan status setelah menuntaskan berbagai pembenahan yang diminta. Adapun lima dapur lainnya merupakan unit baru yang masih melengkapi persyaratan teknis sebelum diizinkan beroperasi.
Ia mengatakan, masa libur sekolah dimanfaatkan seluruh pengelola SPPG untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap fasilitas dapur. Perbaikan yang dilakukan meliputi penataan ruang kerja hingga penyempurnaan sistem Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) agar sesuai standar operasional.
Awang menuturkan, dapur yang sebelumnya disuspensi sebenarnya telah memiliki IPAL. Namun, sistem tersebut belum dioperasikan sesuai prosedur sehingga pengelola mendapat pendampingan dari penyedia peralatan dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk memastikan instalasi berfungsi dengan baik.
Setelah seluruh perbaikan rampung, setiap SPPG wajib melewati proses verifikasi secara bertingkat, mulai dari koordinator kecamatan, koordinator wilayah, koordinator regional, hingga memperoleh persetujuan dari Badan Gizi Nasional sebelum kembali melayani penerima manfaat.
Meski masih ada dapur yang belum aktif, Awang memastikan layanan MBG bagi peserta didik tetap menjangkau sebagian besar sasaran. Dari total 106.518 penerima manfaat di sektor pendidikan yang terdiri atas siswa dan tenaga kependidikan, sebanyak 97.997 orang atau sekitar 92 persen telah menerima layanan program tersebut.
Selain mendukung pemenuhan gizi siswa, aktifnya kembali seluruh SPPG juga diharapkan mampu meningkatkan kembali permintaan hasil pertanian lokal. Selama operasional MBG berhenti saat libur sekolah, penyerapan komoditas seperti telur, sayuran, dan jagung manis menurun sehingga memengaruhi harga di tingkat petani.
"Kami berharap seluruh SPPG segera aktif sehingga manfaatnya tidak hanya dirasakan peserta didik, tetapi juga petani yang memasok bahan pangan untuk program MBG," pungkas Awang.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....