BMKG Imbau Waspada Karhutla, Puluhan Titik Panas Terdeteksi di Jawa Timur

  • 02 Jul 2026 14:50 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, MADIUN – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) seiring musim kemarau. Imbauan ini disampaikan menyusul terdeteksinya sejumlah titik panas di wilayah Jawa Timur berdasarkan pemantauan satelit hingga 1 Juli 2026.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo, Triya Chandra Meilusiani, S.Tr kepada RRI pada Kamis (2/7/2026) mengungkapkan bahwa sebaran titik panas di Jawa Timur saat ini cukup signifikan dan perlu mendapat perhatian serius.

“Untuk wilayah Jawa Timur sendiri terpantau saat ini terdapat 4 titik panas dengan kategori rendah, kemudian sebanyak 47 sebaran titik panas dalam kategori sedang atau medium, dan 2 titik panas dalam kategori tinggi,” jelas Triya.

Menurutnya, munculnya titik-titik panas tersebut dipengaruhi oleh kondisi cuaca yang kering dengan tingkat kelembapan rendah, serta kondisi lahan yang mudah terbakar.

“Jadi sebenarnya yang mempengaruhi ini adalah kondisi cuaca yang kering ya, kelembapannya rendah. Kemudian yang kedua dipengaruhi dengan kondisi lahan wilayah sekitar,” ujarnya.

BMKG juga menegaskan bahwa kewaspadaan terhadap potensi karhutla harus dilakukan sepanjang hari, tidak hanya saat siang hari. Kondisi lahan yang kering menyebabkan risiko kebakaran tetap tinggi, baik pada pagi, siang, maupun malam hari.

“Untuk kewaspadaannya baik pagi, siang atau malam harus terus waspada karena memang kondisi lahan yang kering tersebut akan bertahan lama,” katanya.

Sementara itu, untuk wilayah Madiun, BMKG mencatat terdapat empat titik panas dengan kategori sedang. Pada Kamis 2 Juli 2026, cuaca di Madiun diprakirakan cerah hingga cerah berawan dengan suhu berkisar antara 21 hingga 29 derajat Celsius dan kelembapan 52 hingga 83 persen. Kondisi ini diharapkan menjadi perhatian masyarakat untuk tetap menjaga lingkungan dan mencegah terjadinya kebakaran selama puncak musim kemarau yang diprediksi terjadi pada Agustus mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....