Cuaca Madiun Raya 10 - 12 Juli, Cerah - Cerah Berawan, Potensi Hujan Sangat Rendah
- 10 Jul 2026 12:45 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Ngajuk merilis, memasuki pertengahan Juli 2026, curah hujan di sebagian besar wilayah Jawa Timur diprakirakan masih berada pada kategori rendah seiring semakin meluasnya musim kemarau. Kondisi ini dipengaruhi oleh dominasi massa udara kering dari wilayah selatan Indonesia, terutama di sekitar Samudra Hindia selatan Jawa hingga Nusa Tenggara, yang mengurangi kandungan uap air di atmosfer sehingga menghambat pertumbuhan awan hujan. Pemantauan Hari Tanpa Hujan (HTH) juga menunjukkan semakin banyak wilayah yang mengalami HTH kategori panjang hingga sangat panjang sebagai indikasi menguatnya musim kemarau. Selain itu, kondisi atmosfer yang relatif stabil dengan minimnya gangguan cuaca menyebabkan peluang terbentuknya awan hujan semakin kecil. Di sisi lain, keberadaan Typhoon Bavi di kawasan Pasifik Barat turut memengaruhi pola sirkulasi atmosfer di kawasan regional sehingga distribusi massa udara dan uap air di sekitar Indonesia mengalami perubahan. Kombinasi berbagai faktor tersebut diperkirakan akan mempertahankan dominasi cuaca cerah hingga berawan dengan potensi hujan yang rendah di sebagian besar wilayah Jawa Timur dalam beberapa hari ke depan. Sedangkan cuaca wilayah Madiun Raya 3 hari ke depan diprakirakan didominasi kondisi cerah hingga cerah berawan dengan potensi hujan yang sangat rendah, suhu udara 17 – 34°C .
”Secara umum, suhu udara diperkirakan berkisar antara 17–34°C, dengan kelembapan udara berada pada rentang 40–85%. Angin bertiup dari arah Tenggara hingga Selatan dengan kecepatan rata-rata 10–15 km/jam. Pada siang hingga menjelang sore hari, masyarakat juga perlu mewaspadai potensi angin kencang sesaat (gust wind) dengan kecepatan 15–30 km/jam, terutama di wilayah terbuka,” ungkap Setiyaris, Jumat 10 Juli 2026.
Masyarakat di wilayah Kota Madiun, Kabupaten Madiun, Ngawi, Magetan, Ponorogo dan Pacitan diimbau mewaspadai potensi hembusan angin kencang sesaat yang dapat menyebabkan pohon atau ranting patah dan baliho roboh. Kemudian Kabupaten Ngawi dan Ponorogo memiliki potensi risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang meningkat akibat kondisi cuaca kering, kelembapan udara yang relatif rendah, dan angin yang dapat mempercepat penyebaran api. Masyarakat diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan maupun membuang puntung rokok sembarangan di area vegetasi kering. Kemudian kawasan pegunungan di Magetan, Ponorogo, dan Pacitan berpotensi mengalami kabut tipis menjelang subuh hingga pagi hari akibat penurunan suhu udara yang cukup drastis. (Shabrina).
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....