DKPP Kota Madiun Gelar Vaksinasi Rabies untuk Kucing dan Anjing Liar

  • 23 Jun 2026 20:33 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Kota Madiun - Upaya pencegahan penyebaran rabies di Kota Madiun terus dilakukan. Salah satunya melalui program vaksinasi rabies yang digelar Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Madiun, Selasa, 23 Juni 2026.

Vaksinasi menyasar hewan yang berisiko menularkan rabies, seperti kucing, anjing, dan monyet. Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Jadi ke-108 Kota Madiun.

Medik Veteriner Muda DKPP Kota Madiun, drh. Yeri Anisa, mengatakan bahwa vaksinasi rabies biasanya dilaksanakan pada peringatan World Rabies Day setiap September. Namun, tahun ini kegiatan dipercepat sebagai bagian dari rangkaian perayaan hari jadi kota.

"Biasanya vaksinasi rabies kami laksanakan saat World Rabies Day pada bulan September. Namun karena bertepatan dengan Hari Jadi Kota Madiun ke-108, kami mengadakan program vaksinasi rabies untuk kucing dan anjing liar di sejumlah lokasi," ujarnya.

Untuk pelaksanaan vaksinasi, DKPP membentuk lima tim yang disebar ke 13 titik, antara lain Pasar Besar Madiun, Taman Bantaran, Pasar Sleko, Pasar Kojo, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Winongo, dan sejumlah fasilitas umum lainnya.

DKPP menargetkan sebanyak 150 dosis vaksin dapat diberikan dalam kegiatan tersebut. Sebanyak 15 vial vaksin disiapkan, dengan masing-masing vial berisi 10 dosis.

Sebelum divaksin, setiap hewan terlebih dahulu menjalani pemeriksaan kesehatan. Hanya hewan dalam kondisi sehat yang diperbolehkan menerima vaksin.

"Kucing yang divaksin harus sehat, suhu tubuh normal, tidak bunting, dan tidak mengalami penyakit seperti scabies berat. Jika ditemukan tanda-tanda dehidrasi atau kondisi imunitas yang menurun, vaksinasi akan ditunda," ucapnya.

Menurut Yeri, kucing, anjing, dan kera merupakan hewan yang berisiko tertular sekaligus menularkan rabies. Oleh karena itu, vaksinasi menjadi langkah penting untuk mencegah masuknya penyakit tersebut ke wilayah Kota Madiun.

Meski hingga saat ini Jawa Timur, termasuk Kota Madiun, masih dinyatakan bebas rabies, kewaspadaan tetap diperlukan. Terlebih Indonesia masih memiliki wilayah yang belum bebas rabies, seperti Bali.

"Di Jawa Timur belum ada laporan kasus rabies pada kucing maupun anjing. Namun kita perlu melakukan antisipasi karena masih ada daerah yang belum bebas rabies dan kasusnya bahkan dapat menular ke manusia," katanya.

Ia menjelaskan, hewan yang terinfeksi rabies umumnya menunjukkan perilaku agresif, mengeluarkan air liur berlebihan, takut terhadap cahaya dan air, serta cenderung bersembunyi di tempat gelap.

Rabies juga menjadi ancaman serius bagi manusia. Penularan dapat terjadi melalui gigitan atau cakaran hewan yang terinfeksi.

"Risiko penularannya ke manusia sangat besar. Karena itu banyak dokter hewan maupun tenaga kesehatan hewan yang telah mendapatkan vaksin rabies untuk perlindungan diri," tambahnya.

Vaksin rabies pada hewan perlu diberikan secara berkala setiap tahun sebagai booster untuk menjaga kekebalan tubuh.

Berdasarkan data DKPP, populasi kucing liar di pasar dan fasilitas umum Kota Madiun pada tahun lalu diperkirakan mencapai 200 hingga 300 ekor. Sementara jumlah kucing dan anjing peliharaan milik warga diperkirakan jauh lebih banyak. (adk).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....