Warung dan Bangunan Nonpermanen di Jalan Panjaitan Madiun Ludes Terbakar
- 02 Sep 2026 05:52 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Kota Madiun – Kebakaran melanda warung sekaligus bangunan nonpermanen milik Lamin di Jalan Mayjend. Panjaitan, Kota Madiun, Senin malam, 31 Agustus 2026. Bangunan yang berada di sebelah Kantor BPJS Ketenagakerjaan Kota Madiun tersebut ludes dilalap si jago merah.
Kebakaran pertama kali dilaporkan sekitar pukul 19.21. Informasi awal yang diterima petugas pemadam kebakaran menyebutkan adanya kebakaran lahan.
Kepala Bidang Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Satpol PP dan Damkar Kota Madiun Hengky Wahyu S.W. mengatakan, laporan tersebut disampaikan oleh petugas keamanan BPJS Ketenagakerjaan yang saat itu panik melihat kobaran api.
’’Awalnya ada yang menelepon ke garasi damkar dan menginformasikan terjadi kebakaran lahan. Peneleponnya security BPJS Ketenagakerjaan,’’ kata Hengky.
Namun, setelah petugas melakukan pengecekan di lokasi, kebakaran ternyata melanda bangunan warung dan bangunan yang terbuat dari material nonpermanen.
Setelah menerima laporan, tim Damkar Kota Madiun langsung bergerak menuju lokasi. Sekitar pukul 19.30, petugas sudah tiba dan langsung melakukan pemadaman.
Proses pemadaman hingga pendinginan dan sterilisasi lokasi berlangsung kurang lebih 70 menit.
Dalam penanganan kebakaran tersebut, Damkar Kota Madiun mengerahkan dua unit mobil pemadam serta satu unit mobil suplai air berkapasitas 10 ribu liter. Pasokan air juga mendapat bantuan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

Saat api pertama kali diketahui, pemilik warung tidak berada di lokasi. Petugas keamanan bersama warga sekitar kemudian mencari keberadaan Lamin hingga akhirnya berhasil ditemukan.
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun, kebakaran mengakibatkan bangunan warung dan rumah yang ditempati pemilik hangus.
’’Untuk korban jiwa nihil. Tapi kerugian materi pasti ada, karena warung yang ditempati habis terbakar," ujar dia. Perkiraan awal, kerugian akibat kebakaran itu mencapai sekitar Rp30 juta.
Berdasarkan hasil pemeriksaan awal petugas di lapangan, api diduga berasal dari tungku dapur tradisional atau pawon yang masih menyala.
Menurut Hengky, saat petugas melakukan pembongkaran di lokasi setelah proses pembasahan, masih ditemukan bara api di bagian tungku.
’’Titik api diduga bermula dari tungku pawon tradisional yang masih menyala. Ketika dilakukan pembongkaran, bagian itu juga masih paling panas dan ditemukan bara api,’’ ujar dia.
Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih berdasarkan dugaan awal petugas di lokasi.
Hengky mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat meninggalkan rumah. Warga diminta memastikan api dari tungku maupun kompor benar-benar padam sebelum ditinggalkan.
Selain itu, di tengah musim kemarau, masyarakat juga diingatkan agar tidak membakar sampah atau daun kering secara sembarangan karena berpotensi memicu kebakaran.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....