Jumlah Juleha di Ponorogo Minim jelang Idul Adha
- 16 Mei 2026 19:11 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Ponorogo - Jumlah juru sembelih halal (Juleha) bersertifikasi di Ponorogo masih minim. Untuk itu, pelatihan terus diadakan setiap tahunnya untuk menjamin kehalalan daging yang hendak dikonsumsi masyarakat.
Plt Kepala Kementerian Agama (Kemenag) Ponorogo, Tohari mengatakan, pelatihan juleha itu dilakukan seiring persiapan momentum Idul Adha. Sesuai regulasi UU No.33/2014, semua produk yang masuk, beredar dan diperdagangkan di Indonesia wajib bersertifikat halal.
Termasuk bahan yang akan dikonsumsi masyarakat juga harus halal, salah satunya hewan kurban yang akan disembelih dan dibagikan ke masyarakat. Ia tak memungkiri, jumlah juleha di Ponorogo masih minim, alias tidak sebanding dengan jumlah masjid/musala di Bumi Reog.
"Masjid kita di Ponorogo ini ada 2.379 masjid, kalau masing-masing menyelenggarakan penyembelihan hewan kurban, tentu membutuhkan tenaga sembelih yang profesional. Maka kebutuhannya masih banyak lagi. Lalu musala kita jumlahnya 3.613, sedangkan kita baru memiliki 500-an juleha," ungkapnya, Jum'at (15/5/2026).
Untuk itu Kemenag bekerjasama dengan DPD Juleha Ponorogo, MUI dan perguruan tinggi berupaya mengadakan pelatihan bersertifikasi kepada juleha. Menurutnya, pelatihan itu penting untuk menjamin kehalalan dari proses penyembelihan daging kurban.
"Tentu ini urgen sekali. Ini ajaran islam dan amanat UU, dan kita harus mengimplementasikan ini. Karena setiap hari kita tidak lepas dan konsumsi daging, unggas dan lainnya, karena itu kita melaksanakan pelatihan untuk memastikan bahwa mereka sudah tereduksi dan bersertifikasi," terangnya.
Sementara itu Plt Bupati Ponorogo, Lisdyarita berharap, keberadaan juleha bisa menyajikan daging halal di masyarakat.
"Dengan adanya juleha ini ke depannya mudah-mudahan masyarakat bisa menikmati makanan-makanan yang halal sesuai syariat IsIam," tegasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....