Fungsi Psikologis dari Bercerita

  • 13 Mei 2026 13:44 WIB
  •  Madiun

RRI.Co.ID, Madiun – Bercerita tidak hanya menjadi sarana komunikasi, tetapi juga memiliki fungsi psikologis yang penting, khususnya bagi laki-laki. Melalui bercerita, seseorang dapat menyalurkan emosi, mengurai pikiran, hingga mengurangi tekanan mental yang selama ini dipendam

“Setuju ya, bahwa ada banyak manfaat bercerita bagi seorang laki-laki. Pertama bercerita bisa membantu regulasi emosi seperti emosi menjadi lebih terstruktur, pikiran lebih terurai dan juga tekanan mental menurun," kata Robik Anwar Dani, M.Psi. Psikolog yang merupakan Pendiri Psikologianak.id sekaligus Dosen Psikologi Universitas Katolik Widya Mandala Surabaya kampus Kota Madiun, Selasa (12/5/2026).

Menurutnya, budaya yang menganggap laki-laki harus selalu kuat dan menahan perasaan sering kali membuat mereka kesulitan mengekspresikan emosi secara sehat. Padahal, kemampuan untuk berbagi cerita dapat menjadi bentuk pelepasan psikologis yang membantu menjaga kesehatan mental.

Robik menjelaskan, ketika seseorang menceritakan pengalaman atau masalah yang dihadapi, otak akan bekerja menyusun ulang pengalaman tersebut sehingga lebih mudah dipahami dan diterima. Hal ini membuat individu menjadi lebih tenang dan mampu melihat persoalan dari sudut pandang yang lebih jernih.

“Mencurahkan isi hati, becerita kepada orang lain tidak melulu tentang mendapatkan solusi atau penyelesaian suatu masalah. Namun seorang laki-laki membutuhkan ruang untuk dipahami," tambahnya.

Hal itu menurut Robik bermanfaat untuk mengurangi beban mental seorang laki-laki yang didalam isi fikirannya terlalu banyak. Karena pada kenyataannya masalah yang dipendam cenderung memenuhi pikiran, meningkatkan overthinking dan dan memperbesar tekanan psikologis.

Selain itu, Robik juga mengungkapkan bahwa bercerita mampu membantu otak memproses pengalaman emosional secara lebih sehat. Laki-laki yang terbiasa memendam sering tampak “baik-baik saja”, tetapi ketika kapasitas emosinya penuh, responsnya yang terjadi bisa berupa ledakan emosi.

"Sikap impulsif itu adalah kecenderungan seseorang untuk bertindak secara spontan berdasarkan dorongan hati, emosi sesaat, atau insting, tanpa perencanaan matang dan tanpa memikirkan konsekuensi jangka panjang dan cenderung menjadi sangat dingin," ungkapnya.

Bercerita juga dapat membantu dalam proses pengambilan keputusan. Hal ini terjadi karena saat seseorang berbicara dengan orang terpercaya, ia akan mendapatkan perspektif yang lebih luas dari problem yang dihadapi.

"Selain itu hasil dari bercerita, bias pikiran akan berkurang dan keputusan akan lebih rasional," bebernya.

Diakhir obrolan acara “Teman Cerita” Robik berpesan kepada pendengar dan semua laki-laki, bahwa bercerita bukan tanda lemah. Kadang hal itu justru bentuk keberanian karena seseorang mau jujur terhadap apa yang ia rasakan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....