Deteksi Dini Korban Bullying

  • 29 Jul 2026 01:29 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID,Madiun – Sering kali sebagai orang tua merasa sudah memberikan yang terbaik, namun tiba-tiba banyak orangtua tersentak saat menyadari ada luka yang tidak terlihat pada anak. Ada hal yang sering dianggap sebagai 'kenakalan biasa' atau 'proses pendewasaan', padahal sebenarnya ini adalah sebuah dinamika relasi kuasa yang kompleks yang disebut dengan bullying.

“Bisa dikatakan bullying itu jika memenuhi 4 hal. Disengaja, kemudian dengan niatan menyakiti sikorban, dilakukan berulang-ulang dan membuat malu si korban dihadapan umum”. Dikatakan Robik Anwar Dani, M.Psi. Psikolog (Founder Psikologianak.id & Dosen Psikolog UKWMS) saat menjadi narasumber acara Teman Cerita di PRO 1 RRI Madiun, Selasa (28/7/2026).

Perlunya orangtua mendeteksi dini apakah anaknya menjadi korban bullying di sekolah atau diluar sekolah dilakukan agar anak tidak mengalami trauma yang mendalam. Hal ini merupakan wujud dari kepedulian orangtua terhadap anak.

“Deteksi dini itu memang perlu banget,supaya apa?supaya kalau misalnya anak kita terus memunculkan perilaku yanga gak berbeda maka kita bisa langsung bertanya, are you OK? Kita sebagai orangtua, kakak,om atau tante perlu peka terhadap perubahan perilaku rutin sianak?” Kata Robik

Perhatikan jika ada perubahan drastis pada siklus tidur, nafsu makan, atau penurunan antusiasme terhadap hal-hal yang biasanya mereka sukai. Orantua harus menganalisis asumsi bahwa anak akan selalu melapor jika ada masalah; faktanya, rasa malu dan takut sering kali membuat mereka memendamnya sendiri.

Secara klinis, tanda yang paling menonjol adalah munculnya keluhan psikosomatis (seperti sakit perut atau pusing mendadak saat jam berangkat sekolah) dan penarikan diri secara sosial. Secara fisik, orang tua mungkin menemukan barang-barang milik anak yang rusak atau hilang tanpa penjelasan yang logis.

“Deteksi dini juga bisa kita lakukan dengan mengetahui tanda yang paling sering muncul, seperti apa yang kita sebut sebagai psikosomatis seperti mengeluhkan pusing, sakit perut, jantungnya degdegan, ndredek kalau bertemu orang dan sebagainya, mungkin ini tanda anak tidak nyaman dilingkungannya dan orangtua bisa menanyakan kepada anak tersebut” Kata Robik

Diakhir dialog, Robik mengatakan luka psikologis memang perlu waktu untuk sembuh. Sebagai orang dewasa yang sedang membersamai anak-anak yang mengalami korban bullying dengan pendampingan yang tepat, hati yang tulus, yang konsisten proses perbaikan dan pemulihan akan tetap bisa berjalan dan berhasil.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....