Produksi Padi di Ponorogo Capai 7,5 Ton per Hektare
- 11 Mei 2026 10:19 WIB
- Madiun
KBRN, Ponorogo - Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan dan Perikanan (Dispertahankan) Ponorogo mengestimasikan ada 10 ribu hektare sawah siap panen pada Mei ini. Produksi rata-rata panen padi di Bumi Reog sekitar 7-7,5 ton per hektare.
Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura Dispertahankan Ponorogo, Tri Budi Widodo mengatakan, Ponorogo kini masuk 10 besar penghasil padi di Jawa Timur. Itu lantaran hasil panen yang melimpah, didukung pengairan yang bagus.
"Di beberapa kecamatan, pola tanamnya tidak bisa bersama-sama, dulu itu bisa 'dititeni', mulai musim penghujan petani baru mulai menanam padi. Jadi begitu panen, tanam lagi. Sehingga padi di Ponorogo sekarang tidak ada musimnya, sewaktu-waktu ada, ya karena dipengaruhi beberapa faktor, salah satunya pengairan yang bagus," ujarnya, Senin (11/5/2026).
Tri Budi menyampaikan, pengairan di Ponorogo saat ini cukup bagus dan merata. Di mana, kebutuhan air petani di wilayah Pulung, Babadan, Jenangan dan sebagian Siman kini bisa dipasok dari Telaga Ngebel.
Termasuk keberadaan Dam Sungkur yang bisa memenuhi kebutuhan air petani wilayah Jambon, dan sekitarnya. Serta Waduk Bendo yang memenuhi kebutuhan air petani di wilayah Mlarak, Jetis, Sawoo, Siman dan sebagian Kecamatan Ponorogo.
"Selain itu juga ada perbaikan saluran air dari BBWS. Ini yang memengaruhi tingginya produktivitas pertanian di Ponorogo," tambahnya.
Tak hanya itu, petani di sejumlah kecamatan secara swadaya membuat sumur sibel untuk irigasi pertanian. Pun juga adanya kemudahan dari PLN melalui program sumur masuk sawah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....