Luas Lahan Sawah Kedelai di Ponorogo Menyusut, Ini Alasannya

  • 08 Mei 2026 18:46 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Ponorogo - Luas lahan sawah yang ditanami kedelai di Ponorogo menurun drastis. Dari 30 ribu hektare di tahun 2017, kini tinggal 351 hektare di tahun 2026.

Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (Dispertahankan) Ponorogo, Tri Budi Widodo mengatakan, area sawah yang ditanami kedelai tersebar di empat kecamatan. Yakni Siman, Mlarak, Jetis dan Sawoo.

Menyusutnya luas lahan pertanian yang ditanami kedelai itu, kata Tri Budi diperkirakan karena adanya perbaikan sistem pengairan di wilayah setempat. Dengan demikian petani mulai beralih ke tanaman padi dan jagung, ketimbang kedelai lokal.

"Pengaruhnya karena petani beralih ke komoditi yang menguntungkan seperti padi dan jagung. Wilayah yang sebelumnya sentra kedelai seperti Siman, Mlarak, Jetis dan Sawoo, itu dengan adanya waduk Bendo juga sangat berpengaruh sekali, sekarang petani bisa tanam padi sampai tiga kali dalam setahun," ujarnya, Jum'at (8/5/2026).

Adapun hasil panen kedelai lokal per hektare sekitar 1,4 ton. Sedangkan hasil panen padi maupun jagung sekitar 7 ton per hektare.

Dampaknya, stok kedelai lokal di Ponorogo terbatas. Sedangkan kebutuhan sehari-hari perajin tempe kini menggunakan kedelai impor.

"Kedelai itu kan tanaman yang tidak terlalu membutuhkan banyak air. Sebelum ada pengairan yang bagus, tanaman petani itu padi-padi-kedelai, sekarang padi-padi-palawija atau jagung itu," bebernya.

Diakuinya, komoditi jagung di Bumi Reog beberapa tahun terakhir kurang diminati. Namun saat ini kondisinya jauh berbeda, di mana banyak petani yang beralih ke komoditas jagung karena dinilai menguntungkan.

Apalagi saat ini tidak dipungkiri kebutuhan jagung di masyarakat meningkat untuk kebutuhan pangan maupun pakan ternak. Karenanya Dispertahankan Ponorogo menyarankan petani tidak hanya menanam jagung, tetapi ditumpangi tanaman tumpang sari seperti kedelai agar mendapatkan keuntungan yang berlipat.

"Kemarin itu di wilayah Kecamatan Badegan ada yang namanya legung, kedelai dan jagung. Belum banyak, tapi kita dorong untuk kesana agar keuntungannya dobel," tegasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....