Gubernur Jatim Jaga Daya Beli Masyarakat lewat Pasar Murah

  • 19 Sep 2026 19:30 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Ponorogo - Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menggelar pasar murah untuk membantu masyarakat mendapatkan kebutuhan pokok dengan harga terjangkau. Kali ini pasar murah berlangsung di depan kantor Kecamatan Pulung, Ponorogo, Sabtu sore (19/9/2026).

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, kegiatan di Ponorogo itu menjadi pelaksanaan pasar murah yang ke-140 sepanjang 2026. Pasar murah tersebut, lanjutnya, merupakan upaya pemerintah mendekatkan akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok sekaligus menjaga daya beli.

"Di Kecamatan Pulung Ponorogo ini merupakan pasar murah yang ke-140 di tahun 2026. Kemarin ke-139 kita melaksanakan di Mojokerto," kata Khofifah.

Menurut dia, pelaksanaan pasar murah dilakukan secara berkeliling agar jangkauan masyarakat yang mendapatkan manfaat semakin luas.

"Pokoknya kita muter mendekatkan penjangkauan kepada konsumen. Harapannya daya beli masyarakat terjaga, juga melakukan penetrasi dari inflasi," ujarnya.

Khofifah menjelaskan, pasar murah yang digelar Pemprov Jatim juga menjadi pelengkap program serupa yang telah dilakukan pemerintah daerah.

"Kita sebetulnya melakukan sebagai komplementaritas dari apa yang sudah dilakukan bupati. Di daerah kan pada dasarnya ada program pasar murah. Tapi kita melakukan pelapisan," katanya.

Ia berharap semakin banyak masyarakat yang dapat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau melalui berbagai program pasar murah yang dilaksanakan pemerintah.

"Rasanya makin banyak yang tersapa. Maka daya beli masyarakat bisa kita jaga keterjangkauannya," ucap Khofifah.

Salah seorang warga Pulung, Sriyani, mengaku terbantu dengan adanya pasar murah tersebut. Ia memanfaatkan kesempatan itu untuk membeli sejumlah kebutuhan pokok.

"Ini pasar murah, ya senang karena bisa beli dengan harga yang murah. Sangat membantu lah," kata Sriyani.

Sriyani menegaskan, sejumlah bahan kebutuhan pokok yang dibelinya antara lain tepung terigu, minyak goreng, telur, dan gula pasir. Menurut dia, harga yang ditawarkan lebih rendah dibandingkan harga yang biasa ia temui.

"Telur Rp20 ribu per kemasan, terigu Rp10 ribu, minyak goreng Rp13 ribu, gula Rp14 ribu," ujarnya.

Ia menyebut terdapat selisih harga yang cukup terasa. Untuk gula, selisihnya sekitar Rp3.500, telur Rp4.000, sedangkan minyak goreng sekitar Rp3.000.

"Sangat terbantu. Harapannya, kalau setiap hari harganya murah ya sangat membantu sekali," jelasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....