Hujan Lebat Picu Runtuhnya Gudang SDN 2 Bendo, Warga Soroti Kondisi Bangunan Tua
- 14 Apr 2026 03:59 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Magetan - Sebuah bangunan gudang di SD Negeri 2 Bendo, Desa/Kecamatan Bendo, Kabupaten Magetan, dilaporkan ambruk pada Minggu (12/4) malam setelah wilayah tersebut diguyur hujan deras sejak sore hari.
Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 18.45 WIB, ketika bangunan penyimpanan perlengkapan sekolah tersebut tiba-tiba roboh. Beruntung, kejadian itu tidak menimbulkan korban jiwa.
Kepala SDN 2 Bendo, Sariman, menjelaskan bahwa runtuhnya bangunan terjadi secara mendadak tanpa adanya tanda-tanda kerusakan sebelumnya. Ia menyebut kondisi tersebut dipicu oleh intensitas hujan yang sangat tinggi.
“Sekitar pukul 18.45 WIB gudang SDN 2 Bendo itu roboh. Tidak ada korban jiwa, hanya saja lokasinya dekat dengan kendaraan warga, sehingga bagian depan truk terkena dan kaca depannya pecah,” ujarnya, Senin (13/4).
Meski bangunan gudang roboh, Sariman memastikan proses kegiatan belajar mengajar (KBM) tetap berlangsung normal. Sekitar 60 siswa tidak terdampak karena ruang kelas masih dalam kondisi aman.
“Tidak ada tanda-tanda sebelumnya, ini murni faktor hujan deras. KBM tetap berjalan karena ruang kelas tidak terdampak,” tegasnya.
Di sisi lain, warga sekitar, Juwari (68), meminta pemerintah daerah segera melakukan pengecekan terhadap seluruh bangunan sekolah tersebut. Ia menilai usia bangunan yang sudah tua berpotensi menimbulkan risiko lebih lanjut.
Menurutnya, sejumlah bagian bangunan diduga sudah mengalami pelapukan, mulai dari kayu penyangga hingga material dinding yang masih menggunakan bahan sederhana.
“Bangunan ini sudah sangat lama, mungkin lebih dari 40 tahun. Kayu bagian atas sudah lapuk, genteng masih model lama, dan temboknya juga dari tanah,” katanya.
Juwari juga mengingatkan agar pemerintah tidak mengabaikan kondisi tersebut, karena dikhawatirkan dapat menimbulkan kejadian serupa di bagian lain bangunan sekolah.
Ia berharap ada langkah perbaikan atau pembangunan ulang demi keselamatan siswa dan warga sekitar.
“Harus diperhatikan serius oleh pemerintah daerah, jangan sampai menunggu ada korban dulu baru bertindak,” pungkasnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....