Disdag Kota Madiun Jelaskan Alasan Kenaikan Harga Plastik
- 05 Apr 2026 12:33 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun – Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Madiun menjelaskan kenaikan harga plastik yang terjadi akhir-akhir ini dipengaruhi oleh terganggunya suplai bahan baku akibat konflik di Timur Tengah.
Kepala Dinas Perdagangan Kota Madiun, Harum Kusumawati pada Kamis (2/4/2026) melalui keterangan tertulis menyampaikan, berdasarkan keterangan Kementerian Perdagangan, bahan baku plastik sebagian besar masih berasal dari impor berbasis minyak bumi. Konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah menyebabkan suplai bahan baku tersebut tersendat.
Harum juga mengimbau masyarakat untuk mulai membudayakan penggunaan tas belanja ramah lingkungan saat berbelanja di sarana perdagangan. Selain dapat menghemat pengeluaran karena mengurangi kebutuhan kantong plastik, langkah tersebut juga menjadi upaya untuk menekan jumlah sampah plastik di Kota Madiun.
Di lapangan, dampak kenaikan harga plastik juga dirasakan pedagang siomay dan batagor di kawasan Pasar Besar Kota Madiun, Mila. Ia mengaku merasakan kenaikan harga plastik sebesar Rp5 ribu hingga Rp7 ribu dari harga normal.
Meski harga meningkat, Mila mengaku tetap membeli plastik karena belum ada alternatif pengganti untuk kebutuhan kemasan produknya.
“Namanya juga kebutuhan, ya tetap beli. Mau diganti yang lain juga tidak bisa. Apalagi saya jual siomay, itu kan barang kering, tapi sambalnya basah jadi tetap memerlukan plastik,” tuturnya, Kamis (2/4/2026).
Kenaikan harga tersebut turut mempengaruhi omzet hariannya. Namun, Mila tidak menaikkan harga jual produknya dan memilih menyiasatinya dengan menyesuaikan porsi.
“Porsi saya kan banyak, jadi tidak dikurangi sedikit-sedikit banget. Saya normalkan saja jadi standar,” tambahnya.
Mila berharap harga plastik dapat segera kembali stabil agar kegiatan usahanya dapat berjalan dengan lancar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....