Pemkab Ngawi Wajibkan Penggunaan Batik Lokal Tiap Kamis

  • 08 Mar 2026 15:48 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Ngawi – Pemerintah Kabupaten Ngawi terus mendorong penggunaan produk lokal untuk memperkuat ekonomi masyarakat. Salah satunya melalui kebijakan penggunaan batik Ngawi setiap hari Kamis yang berlaku bagi aparatur sipil negara (ASN) hingga perusahaan daerah dan swasta.

Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Ngawi, Ana Mursyidah Oni Anwar, mengatakan kebijakan tersebut telah diatur dalam Peraturan Bupati (Perbup) dan kembali ditegaskan agar penggunaan batik lokal semakin luas. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan permintaan sekaligus mendukung keberlanjutan usaha para perajin batik di Kabupaten Ngawi.

“Kalau di Kabupaten Ngawi sudah ada Perbup nya. Jadi sebelum sebenarnya sudah lama mulai dari Bupati yang sebelumnya itu juga sudah ada Perbup kaitannya menggunakan batik Ngawi tiap hari Kamis. Dan ini diperbarui lagi Perbup nya menegaskan kembali ini untuk batik Ngawi ini tidak hanya ASN tetapi juga perusahaan daerah atau swasta juga wajib menggunakan batik Ngawi,” ujar Ana, Selasa 3 Maret 2026.

Ana menjelaskan penggunaan batik tersebut tidak dibatasi pada satu motif tertentu. Masyarakat bebas mengenakan berbagai motif batik Ngawi. Kebijakan ini diharapkan memberi ruang lebih luas bagi para perajin untuk memproduksi beragam karya batik.

"Bebas motif apa aja, tidak hanya motif Wahyu Ngawiat tetapi yang penting batik Ngawi. Sehingga bisa meningkatkan produktivitas dari UMKM yang terjun di bidang batik agar selalu aktif memproduksi batik," lanjutnya.

Ana menyebutkan saat ini terdapat sekitar 12 pelaku usaha batik di Kabupaten Ngawi. Namun tidak seluruhnya dapat memproduksi secara terus-menerus. Dari jumlah tersebut, sekitar empat hingga lima perajin tercatat masih konsisten menjaga produksi batik hingga sekarang.

Menurutnya, keberlanjutan produksi sangat dipengaruhi kreativitas para perajin dalam membaca kebutuhan pasar. Ia mencontohkan beberapa perajin yang mulai menawarkan inovasi produk, termasuk paket hampers batik untuk kebutuhan tertentu seperti hadiah atau momen perayaan.

Ana juga menilai kreativitas menjadi kunci agar usaha batik dapat terus berkembang. Dengan terus menghadirkan ide baru, perajin memiliki peluang lebih besar untuk mempertahankan produksi sekaligus memperluas pasar.

Melalui kebijakan penggunaan batik lokal dan dukungan terhadap kreativitas perajin, Pemkab Ngawi berharap produk batik Ngawi semakin dikenal luas sekaligus mampu memperkuat perekonomian masyarakat setempat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....