Wilayah Madiun Raya Berpotensi Hujan Lebat Dapat Disertai Petir dan Angin Kencang

  • 05 Mar 2026 09:40 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Nganjuk merilis, secara umum cuaca dalam 2 hari ke depan untuk wilayah Madiun Raya masih didominasi hujan dengan kategori ringan hingga sedang. Namun perlu diwaspadai adanya peningkatan hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang terjadi di Kota Madiun, Kabupaten Madiun, Magetan, Ponorogo, Ngawi dan Pacitan.

Selain itu, hujan dengan intensitas lebat yang dapat disertai kilat/petir dan angin kencang dapat terjadi, di wilayah Kota Madiun, Kabupaten Madiun, Magetan, Ponorogo, Ngawi dan Pacitan. Pengamat Meteorologi dan Geofisika BMKG Nganjuk, Setiyaris mengungkapkan, kondisi cuaca Madiun Raya antar lain disebabkan adanya pertumbuhan awan hujan secara masif yang dipicu oleh pertemuan angin hangat dari selatan dan angin yang relatif lebih dingin dari utara. Interaksi tersebut diperkuat oleh keberadaan Bibit Siklon Tropis 90S di selatan Indonesia yang meningkatkan suplai uap air ke wilayah Jawa. Diprakirakan tiga hari kedepan (5-7 Maret 2026) merupakan puncak badai bibit siklon 90S di Samudra Hindia selatan Jawa Timur –Bali.

“Adanya bibit siklon ini meningkatkan gradien tekanan udara yang memperkuat kecepatan angin permukaan yang berdampak pada kondisi perairan serta memicu pemusatan massa udara. Kondisi ini diperkuat oleh suhu muka laut yang hangat di perairan selatan Jawa, serta terbentuknya area pertemuan angin (konvergensi dan konfluensi) di sepanjang pulau Jawa, Bali hingga Nusa Tenggara,” jelas Setiyaris, Kamis, 5 Maret 2026.

Mempertimbangkan dinamika atmosfer yang masih signifikan dalam beberapa hari ke depan, BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat berdampak pada bencana hidrometeorologi.

“Kami menghimbau masyarakat untuk meninhgkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem yang dapat menimbulkan bencana hidrometeorologi, seperti hujan lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang,” lanjut Setiyaris.

Kondisi cuaca yang dapat berubah sewaktu-waktu ini diharapkan menjadi perhatian dalam perencanaan terutama saat beraktivitas di luar ruangan. BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk secara berkala memantau informasi prakiraan cuaca, peringatan dini, dan peringatan cuaca ekstrem resmi melalui kanal informasi BMKG, antara lain laman http://www.bmkg.go.id, aplikasi InfoBMKG, serta media sosial @infobmkg, serta melakukan langkah-langkah antisipatif di lingkungan sekitar guna meminimalkan potensi dampak cuaca ekstrem. (Shabrina).

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....