BPBD Kota Madiun Evakuasi Dua Sarang Tawon Vespa dalam Sehari

  • 02 Mar 2026 15:46 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Kota Madiun — Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Madiun menerima dua laporan evakuasi sarang tawon vespa dalam waktu satu hari pada akhir Februari 2026. Salah satu laporan berasal dari Suyoto, warga Jalan Sari Mulya Gang Masjid Santren, Kelurahan Rejomulyo, Kecamatan Kartoharjo.

Kasi Kegawatdaruratan dan Logistik BPBD Kota Madiun, Heter Hidayati, menyampaikan laporan tersebut masuk pada pukul 17.00 WIB dan ditangani oleh Tim Reaksi Cepat (TRC) pada pukul 18.30 WIB. Proses evakuasi berlangsung selama sekitar 10 menit.

Langkah awal penanganan dilakukan dengan memusnahkan sarang tawon vespa melalui pembakaran. “Teman-teman dari TRC ada lima orang personel menangani dengan cara dibakar menggunakan alat dan api, kemudian dibersihkan. Setelah selesai pembakaran, sarang diberi oli atau solar agar tawon vespa tidak kembali,” ujar Heter, Senin (2/3/2026).

Heter menegaskan, tawon vespa termasuk jenis tawon yang berbahaya. Sengatannya dapat berdampak serius, terutama bagi orang dengan daya tahan tubuh yang lemah, bahkan berisiko menyebabkan kematian.

Masyarakat diimbau aktif melakukan pembersihan lingkungan, terutama di tengah musim hujan, sebagai langkah antisipasi terhadap munculnya sarang tawon vespa maupun gangguan hewan berbahaya lainnya, seperti ular.

Selain itu, masyarakat diminta tidak melakukan penanganan secara mandiri apabila menemukan sarang tawon vespa. Warga dapat menyampaikan laporan atau aduan melalui call center 112, Pusdalops BPBD, media sosial, website resmi, serta WhatsApp grup Fast Response Bencana dan grup Trantib.

“Selain itu, laporan juga bisa disampaikan melalui RT, lingkungan, atau perangkat kelurahan setempat, terutama apabila warga tidak memiliki sarana komunikasi seperti telepon seluler,” lanjut Heter.

Heter menambahkan, setiap laporan yang masuk akan segera ditindaklanjuti melalui asesmen awal sebelum dilakukan penanganan di lapangan oleh petugas.

“Ketika ada pengaduan, kami langsung melakukan asesmen. Selanjutnya direncanakan untuk segera ditangani oleh petugas BPBD,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....