Harga Mahal di Sarangan Dinilai Mengancam Citra Destinasi LPK SDW:Perlu Perbaikan Serius

  • 31 Jan 2026 19:50 WIB
  •  Madiun

KBRN, Magetan: Isu harga makanan yang dinilai tidak wajar di Telaga Sarangan kembali ramai diperbincangkan. Direktur LPK SDW Magetan, Gunadi, menegaskan bahwa praktik semacam ini berpotensi merusak citra destinasi wisata dan mengurangi kepercayaan pengunjung.

Gunadi mengingatkan, konsumen yang merasa dirugikan dapat melaporkan praktik harga berlebihan melalui Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK). “Dengan mekanisme ini, konsumen dan pelaku usaha bisa bertemu untuk menyelesaikan sengketa secara musyawarah,” ujarnya, Jumat (9/1/2026).

Ia menambahkan, kasus harga mahal di Sarangan kerap terjadi karena lemahnya pengawasan dan kurangnya penindakan. “Kalau dibiarkan, reputasi Telaga Sarangan sebagai destinasi unggulan bisa menurun,” kata Gunadi.

Gunadi mencontohkan pengalaman di Air Terjun Tawangmangu, di mana kenaikan tarif menyebabkan penurunan kunjungan. “Situasi ini bisa jadi peringatan bagi Sarangan agar lebih proaktif menjaga pelayanan dan harga,” ujarnya.

Selain itu, Gunadi menyoroti struktur paguyuban usaha yang menaungi berbagai sektor pariwisata di Sarangan, mulai dari perahu, kuda, pedagang kaki lima, hingga hotel dan restoran. Ia menilai pengawasan pemerintah kurang efektif karena pelaku usaha cenderung mengikuti aturan internal paguyuban.

Terkait kasus viral, Gunadi menyampaikan bahwa LPK SDW sedang mempertimbangkan langkah hukum, namun opsi tersebut tetap terbuka jika praktik merugikan konsumen terus berulang. “Perbaikan serius harus dilakukan agar wisatawan tetap nyaman dan tidak berpindah ke destinasi lain,” pungkasnya.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....