Apakah Makan Tiga Kali Sehari Wajib? Ini Penjelasan ISNA Jawa Timur
- 26 Jan 2026 14:46 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Anggapan bahwa makan harus dilakukan tiga kali sehari masih banyak ditemui di masyarakat. Menanggapi hal tersebut, Ketua Indonesian Sport Nutritionist Association (ISNA) Jawa Timur, Anas Buanita, menjelaskan bahwa frekuensi makan tidak ditentukan secara baku dan disesuaikan dengan kebutuhan tubuh masing-masing individu.
Menurut Anas, pola pikir tentang makan tiga kali sehari tidak lepas dari konsep lama yang dikenalkan sejak masa sekolah dasar, yakni semboyan “empat sehat lima sempurna”. Anas menambahkan, saat ini konsep tersebut telah digantikan dengan pedoman gizi seimbang.
Anas menyampaikan kebutuhan makan dipengaruhi oleh kelompok usia dan banyak faktor. Menurutnya, kebutuhan anak balita berbeda dengan orang dewasa, lansia, maupun ibu hamil.
“Tergantung fungsi fisiologis tubuh, berat badan, mungkin tinggi badan dan juga tergantung dari aktivitas fisik. Namun demikian rata-rata memang kita breakdown-nya tiga kali makan,” ujar Anas, Senin 26 Januari 2026.
Anas menjelaskan, apabila kebutuhan gizi belum terpenuhi dari tiga kali makan utama, maka dapat ditambahkan makanan selingan di antara waktu makan. Anas menambahkan, pemberian asupan setiap beberapa jam dapat membantu menjaga kondisi lambung agar tidak kosong terlalu lama. Lambung yang dibiarkan kosong dalam waktu lama berpotensi menimbulkan rasa tidak nyaman atau iritasi.
“Jadi artinya memang sebaiknya memang setiap 3 jam itu ada makanan masuk ke dalam tubuh untuk menjaga lambung kita tetap sehat,” lanjut Anas.
Meski demikian, Anas menegaskan bahwa pola makan juga bergantung pada kebiasaan masing-masing individu. Tidak semua orang memiliki pola dan kemampuan makan yang sama, sehingga frekuensi makan tidak bisa diseragamkan.
Kondisi tersebut lebih terlihat pada kelompok usia tertentu, seperti anak balita dan lansia. Anas menjelaskan, ukuran lambung pada balita masih kecil sehingga tidak memungkinkan makan dalam jumlah besar sekaligus. Sementara pada lansia, ukuran lambung cenderung mengecil seiring bertambahnya usia, sehingga kemampuan makan dalam porsi besar juga berkurang.
“Yang terpenting dalam satu hari adalah menghitung apakah asupan yang masuk sudah sesuai dengan angka kecukupan yang dianjurkan berdasarkan kelompok umur,” kata Anas.
Anas menekankan, tiga kali makan dalam sehari boleh dilakukan, empat kali juga tidak menjadi masalah, terutama bagi anak-anak dan kelompok usia tertentu. Fokus utama bukan pada jumlah kali makan, melainkan kecukupan asupan gizi sesuai kebutuhan tubuh masing-masing. (UF)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....