KPPN Madiun Rilis Realisasi APBN 2022 dan Januari 2023

  • 27 Feb 2023 16:04 WIB
  •  Madiun

KBRN, Madiun : Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Madiun menghimbau satuan kerja (satker) mempercepat realisasi anggaran. Ini dilakukan agar target penyerapan anggaran tahun ini bisa lebih maksimal di banding tahun 2022.

Hal itu dikatakan Kepala KPPN Madiun, Joko Maryono usai melakukan pers rilis realisasi APBN tahun 2022 dan Januari 2023 bersama sejumlah satker dan pemda secara virtual, Senin sore (27/2/2023). Joko menyebut, APBN 2022 terealisasi 97,37 persen. Artinya, dari pagu anggaran Rp4,4 Triliun, realisasinya tercapai Rp4,3 Triliun.

Di tahun 2023 ini, KPPN Madiun mendapat alokasi anggaran dengan pagu total Rp9,9 Triliun. Sedangkan sampai akhir Januari 2023, tercapai Rp688 Miliar atau 6,93 persen.

“Memang untuk penyerapan anggarannya kita ditarget minimal 95 persen. Kalau tahun 2022 lalu saja tercapai 97,37 persen, kami pastinya tahun ini akan berusaha lebih baik dari itu. Karena penyerapan yang tinggi dapat memengaruhi banyak hal. Di antaranya ekonomi di daerah akan tumbuh dengan baik, juga kesejahteraan masyarakat meningkat,” ujarnya kepada RRI.

Untuk merealisasikan hal itu, KPPN memiliki indikator kinerja salah satunya berfokus pada penyerapan anggaran agar tahun ini lebih baik. Pun, pihaknya juga telah menghimbau kepada satker agar memiliki langkah strategis dalam pelaksanaan anggaran, salah satunya terkait perencanaan.

“Karena sekarang itu targetnya berubah dibanding tahun kemarin. Tahun kemarin misalnya di triwulan I hanya 15 persen, tahun ini naik jadi 20 persen. Makanya kami terus mendorong untuk itu. Yang pasti perencanaan harus matang, karena itu sangat memengaruhi keberhasilan penyerapan anggaran,” ungkapnya.

Berdasarkan data yang ada padaAPBN 2022, dari lima jenis belanja rata-rata realisasinya di atas 90 persen. Penyerapan tertinggi di belanja bantuan sosial (bansos), dari pagu Rp8 Miliar terealisasi 100 persen.

Kemudian belanja pegawai dari pagu Rp1,89 Triliun, terealisasi Rp1,88 Triliun atau 99,38 persen. Belanja barang dari pagu Rp682 Miliar, terealisasi Rp666 Miliar atau 97,70 persen. Selanjutnya belanja modal dari pagu Rp215 Miliar, terealisasi Rp208 Miliar atau 97,13 persen serta belanja transfer dari pagu Rp1,6 Trilun, terealisasi Rp1,5 Triliun atau 94,93 persen.

Sementara tahun ini hingga akhir Januari 2023, dari total pagu anggaran Rp9,9 Triliun, realisasi penyerapan tertinggi ada pada belanja transfer. Dari pagu Rp7,1 Triliun, telah terserap Rp569 Miliar atau 7,91 persen. Selanjutnya belanja pegawai dari pagu Rp1,8 Triliun, terealisasi Rp98 Miliar atau 5,20 persen.

Berikutnya belanja modal dari pagu Rp90 Miliar, terserap 4 Miliar atau 5,16 persen. Belanja barang dari pagu Rp748 Miliar, terealisasi Rp16 Miliar atau 2,14 persen, sedangkan belanja bansos sampai akhir Januari tercatat belum terserap dari total pagu Rp10 Miliar.


google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....