Banjir Hambat Warga Nyekar di Magetan Menjelang Lebaran

  • 30 Mar 2025 08:21 WIB
  •  Madiun

KBRN, Magetan: Banjir kiriman dari Sungai Ulo yang menggenangi Desa Jajar, Kecamatan Kartoharjo, Kabupaten Magetan, Jawa Timur, menghambat aktivitas warga pada Sabtu (29/3/2025). Banyak di antara mereka datang untuk menjalankan tradisi 'nyekar' ke makam keluarga di desa tersebut menjelang Hari Raya Idulfitri.

Riska Ayu (22) seorang warga setempat mengungkapkan bahwa air mulai memasuki kawasan desa sejak pukul 09.00 WIB, namun ketinggian air meningkat drastis sekitar pukul 12.00 WIB hingga sore hari.

"Tadi pagi airnya masih setinggi mata kaki, tapi sekarang sudah mencapai betis orang dewasa. Banyak yang ingin nyekar ke makam keluarga mereka, tapi tidak bisa karena jalanan dan area pemakaman terendam air," ujarnya.

Tak hanya mengganggu peziarah, tradisi "Ater-ater" atau berbagi makanan dengan kerabat juga ikut terhambat akibat genangan air yang melumpuhkan akses jalan. Riska menyebutkan banyak warga yang harus berbalik arah karena kendaraan roda dua tak dapat melintas.

"Tadi ada puluhan orang yang terpaksa balik kanan, karena sepeda motornya nggak bisa jalan. Malah ada beberapa yang sampai mogok di tengah jalan," jelasnya.

Salah seorang peziarah, Zainal Muqorrobin, warga Kecamatan Barat, mengatakan dirinya batal berziarah karena jalan menuju makam telah terendam banjir dan tidak memungkinkan untuk dilewati kendaraan.

"Mau gimana lagi, akhirnya hanya bisa mendoakan dari rumah. Padahal sudah beli bunga tabur buat nyekar," tuturnya.

Sementara itu, tim gabungan dari BPBD Magetan, TNI/Polri, serta warga terus memantau perkembangan debit air Sungai Ulo yang berpotensi kembali meluap.

Sudarsono, anggota Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Magetan, melaporkan bahwa ketinggian air mencapai 60 hingga 80 sentimeter pada sore hari. Pihaknya mencatat sekitar 500 warga dari beberapa Rukun Tetangga (RT) mengalami gangguan akses, bahkan delapan rumah terendam banjir.

Ia memperkirakan air akan surut secara bertahap seiring berkurangnya intensitas hujan di wilayah sekitar Kabupaten Magetan.

"Banjir ini akibat luapan dari Sungai Ulo, sekitar 400-500 warga terdampak, tapi tidak ada yang harus dievakuasi. Debit air mungkin akan surut lebih lama karena wilayah Kabupaten Ngawi juga terdampak luapan dari Sungai Bengawan Madiun," jelasnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....