Dua Kebahagiaan Orang Berpuasa Ramadhan
- 28 Feb 2026 20:29 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID,Madiun – Pertanyaan seputar makna kebahagiaan orang berpuasa menjadi hal yang menarik. Dalam acara Takjil Tanya Jawab Islam bersama Ustadz Dr. KH. Agus Tricahyo, MA seorang pendengar menanyakan apakah dua kebahagiaan orang berpuasa saat berbuka dan saat bertemu Tuhannya hanya berlaku untuk puasa Ramadan atau juga mencakup puasa sunah.
Menjawab pertanyaan tersebut, Dr. KH. Agus Tricahyo, M.A., menegaskan bahwa hadis tersebut bersifat umum dan tidak terbatas hanya pada puasa Ramadan.
“Hadisnya berbunyi farhatani farhatun, bagi orang yang berpuasa ada dua kebahagiaan. Ini sifatnya umum. Kalau tidak ada takhsis atau pengkhususan, maka kalimat itu berlaku umum,” jelas Dr. KH. Agus Tricahyo.
Ia menerangkan bahwa dalam kaidah usul fikih terdapat prinsip al-‘ibratu bi ‘umumil lafzhi laa bi khushushis sabab, yang berarti penetapan hukum didasarkan pada keumuman lafaz, bukan pada sebab khususnya.
“Kalau lafaznya umum, ya umum saja. Dalam hadis disebut lis-sha’im, bagi orang yang berpuasa. Nabi tidak mengatakan khusus puasa Ramadan. Berarti ini berlaku untuk puasa apa pun, baik puasa Ramadan maupun puasa sunah,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa kebahagiaan pertama adalah kebahagiaan yang dirasakan saat berbuka puasa.
“Kesenangannya yang pertama tentu ketika dia berbuka. Itu wajar secara manusiawi. Setelah menahan lapar dan haus, kemudian Allah izinkan menikmati rezeki-Nya,” tuturnya.
Sementara kebahagiaan kedua adalah kebahagiaan yang jauh lebih agung, yakni saat seorang hamba bertemu dengan Allah SWT dalam keadaan membawa amal puasa yang diterima.
Melalui penjelasan tersebut, Dr. KH. Agus Tricahyo mengajak umat Islam untuk tidak meremehkan puasa ramadhan maupun puasa sunah. Menurutnya, setiap ibadah puasa yang dijalankan dengan iman dan keikhlasan memiliki nilai kebahagiaan, baik di dunia maupun di akhirat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....