Kiat-kiat Menghidupkan Malam Selama Ramadan
- 28 Feb 2026 10:37 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun - Banyak pintu kebaikan yang dibuka oleh Allah SWT, selama bulan Ramadan. Selain juga amal perbuatan yang baik akan dilipatgandakan pahalanya maka ketika kita mengabaikan atau tidak menjalankannya, kita menjadi orang yang sangat rugi, salah satunya ibadah yang kita lakukan pada malam- malam ramadan.
Dalam tausiyahnya, Ustaz Shofar, S.Pd. i., SM., menjelaskan terkait bagaimana malam Ramadan adalah waktu yang juga tidak boleh dilewatkan begitu saja. “Setelah kita mengetahui betapa menghidupkan malam Ramadan itu bagian dari keagungan bulan Ramadan, maka niscaya kita akan semangat untuk menghidupkan malam-malam Ramadan,” ujar Ustaz Shofar kepada RRI Madiun dalam program Sabar, Sahur Barokah.
Nabi Muhammad SAW, bersabda:
مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا، غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
| Baca juga: Ramadan: Bulan Bertaqarrub kepada Allah |
Artinya: “Barangsiapa yang melaksanakan salat malam di bulan Ramadan karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Hadist tersebut menurut Ustaz Shofar, sebagai kabar gembira bagi umat, karena ketika kita menghidupkan salat- salat sunah pada malam- malam Ramadan, dan benar- benar melakukan atas dorongan iman serta mengharapkan ampunan Allah SWT, maka dosa- dosanya yang telah lalu akan diampuni-Nya. “ Inilah janji yang oleh Nabi ungkapkan untuk kita semuanya sebagai umat,” jelas Ustaz Shofar.
Lebih lanjut beberapa hal sebagai kiat- kiat untuk kita menghidupkan malam- malam Ramadan menurut Ustaz Shofar adalah sebagai berikut:
- Mendirikan salat sunah
Tentunya malam Ramadan itu harus kita hidupkan dengan salat-salat sunah termasuk salat tarawih, salat malam seperti salat Taubat, salat Tahajud, maupun salat Hajat, pada malam-malam Ramadan.
- Memperbanyak membaca Al-Qur'an.
Sahabat terdahulu, para tabiin, dimana mereka menghidupkan malam Ramadan juga dengan memperbanyak membaca Al-Qur'an. Karena Al-Qur'an sejatinya adalah penolong yang benar-benar akan datang kepada kita pada hari dimana kita tidak akan mendapatkan pertolongan dari siapapun. Al-Qur'an akan menolong serta menjadi syafaat bagi kita pada hari akhir nanti di Mahsyar, di Mizan, di timbangan, di saat kita merasakan betapa dahsyatnya hari itu. Maka Nabi dalam sabda yang lain:
إِقْرَؤُا الْقُرْأَنُ فَاِنَّهُ يَأْتِي يَوْمَ القِيَامَــةِ شَفِيْعًا ِلأَصْحَابِهِ
Artinya: Bacalah Al-Qur’an maka sesungguhnya Al-Qur’an akan datang pada hari kiamat sebagai Syafaat (penolong) bagi yang membacanya.
(HR. Ahmad dan Muslim)
Shofar menegaskan, bahwa ketika kita di dunia ini menyempatkan waktu untuk membaca Al-Qur'an, maka yakinlah kata Nabi, Al-Qur'an akan datang membawakan pertolongan, memberikan syafaat untuk kita yang membacanya. Untuk itu, malam-malam Ramadan ini mari kita hidupkan dengan memperbanyak membaca Al-Qur'an, karena bisa jadi ketika malam-malam di luar Ramadan, kita akan jarang sekali membaca Al-Qur'an. Shofar menekankan bahwa pada Ramadan ini hendaklah jangan terlewatkan untuk kita menghidupkannya dengan membaca Al-Qur'an. Walaupun hanya satu halaman, 10 baris, bahkan jika hanya satu ayat. Kemuliaan pastinya akan hadir bagi orang yang membaca Al-Qur'an.
- Bertaubat
Sebagai manusia sudah pastinya kita memiliki banyak dosa, kesalahan baik yang kita sadari dan tidak kita sadari. Namun perlu diingat, bahwa Allah Maha Pengampun, ketika hamba-Nya, benar- benar datang kepada Allah dengan berdoa, memohon ampun dengan sungguh- sungguh.
Kita sadar bahwa kita ini begitu banyak harapan maupun permintaan kepada Allah. Namun ada permintaan yang harus kita selalu utamakan, sebagaimana dalam sebuah hadis riwayat Imam Tirmidzi yang harus kita perbanyak di malam-malam Ramadan yakni meminta ampunan terhadap diri kita kepada Allah SWT. Shofar juga menegaskan, bahwa janganlah kita merasa kecil hati karena perbuatan dosa yang kita lakukan lalu tidak mau kembali bertaubat kepada Allah. Penting untuk selalu yakin jika pintu taubat itu terus terbuka.
- Bersama untuk membangunkan, mengajak, dan saling mendorong keluarga kita untuk menghidupkan malam Ramadan dengan beribadah.
Pada 10 hari terakhir Ramadan, Nabi Muhammad selalu membangunkan keluarganya untuk menghidupkan malam-malam Ramadan itu. Sebagai umatnya, kita harus mencontoh dan mengamalkannya juga.
- Malam Lailatur Qadar
Sebagaimana kita ketahui, pada malam-malam Ramadan ada yang namanya Lailatul Qadar. Pada malam- malam tersebut, ketika kita melakukan kebaikan maka akan bernilai seperti melakukannya selama 1000 bulan. Maka dari itu, akan menjadi rugi kalau malam itu terlewatkan. Penting untuk bisa istiqomah atau konsisten dalam setiap malam bulan Ramadan kita menghidupkannya dengan memperbanyak amal-amal saleh, perbuatan-perbuatan baik agar kita mendapatkan yang namanya lailatul qadar tersebut.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....