Ramadan: Bulan Bertaqarrub kepada Allah

  • 28 Feb 2026 21:27 WIB
  •  Madiun

RRI.CO.ID, Madiun – Program Takjil Tanya Jawab Islami di Radio Republik Indonesia (RRI) Programa 1 Madiun pada Jumat, 27 Februari 2026 menghadirkan narasumber KH. Hakim Azizi, LC. Dalam kesempatan tersebut, beliau mengupas tema “Ramadan, Bulan Bertakarrub kepada Allah.” Ustadz Hakim Azizi menjelaskan bahwa takarrub berarti pendekatan diri kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala. Menurutnya, esensi cinta kepada Allah dan Rasul-Nya menjadi ukuran keimanan seorang muslim. “Keindahan cinta itu ada pada kedekatan. Maka Ramadan adalah momentum terbaik untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan meningkatkan kualitas dan kuantitas ibadah,” ujarnya.

Beliau menekankan bahwa Ramadan bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan kesempatan emas yang Allah berikan untuk memperbaiki diri. Peningkatan ibadah di bulan suci, lanjutnya, menjadi bukti cinta seorang hamba kepada Tuhannya. Namun demikian, semangat tersebut tidak boleh berhenti ketika Ramadan berakhir.

“Ramadan harus menjadi titik awal pembelajaran. Apa yang kita latih selama sebulan ini hendaknya berlanjut di bulan-bulan berikutnya,” jelasnya. Dalam pemaparan awal, Ustadz Hakim Azizi menyampaikan beberapa langkah konkret untuk bertaqarrub kepada Allah di bulan Ramadan.

Pertama, pembersihan diri melalui taubat. Ustadz Hakim Azizi mengajak umat Islam untuk memperbanyak istigfar dengan penuh keyakinan bahwa Allah Maha Pengampun serta disertai tekad kuat untuk tidak mengulangi dosa.

“Kita tidak mungkin mendekat kepada yang kita cintai tanpa persiapan. Secara logika saja, jika ingin bertemu orang yang kita cintai, kita mempersiapkan diri sebaik mungkin. Begitu pula ketika kita ingin mendekat kepada Allah, kita bersihkan diri lahir dan batin,” terangnya.

Kedua, menghidupkan hati dengan zikir dan ibadah sunnah. Ustadz Hakim Azizi menganjurkan agar umat Islam memperbanyak membaca Al-Qur’an, berdzikir, serta melaksanakan salat sunnah.

Salah satu ibadah yang menjadi ciri khas Ramadan adalah salat Tarawih. Menurutnya, salat sunnah ini memiliki keistimewaan karena hanya dapat dilaksanakan pada bulan Ramadan dan tidak bisa diganti di luar waktunya. “Tarawih adalah momentum khusus yang tidak kita temui di bulan lain. Ini bukti kesungguhan kita untuk mendekat kepada Allah,” tambahnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....