Peran Sahur dan Berbuka dalam Menjaga Stamina Selama Ramadan
- 19 Feb 2026 13:44 WIB
- Madiun
RRI.CO.ID, Madiun — Menjalani ibadah puasa Ramadan di tengah kondisi cuaca yang tidak menentu membutuhkan kesiapan fisik yang baik. Salah satu kunci agar tubuh tetap bugar sepanjang hari adalah menjaga asupan cairan dan nutrisi, terutama saat sahur dan berbuka puasa.
Ahli gizi di Kota Madiun, Nikmahtul Fadilla, menyebut sahur sebagai momen krusial untuk memaksimalkan hidrasi dan nutrisi tubuh selama menjalani puasa Ramadan. Oleh karena itu, kebiasaan melewatkan sahur dinilai sangat disayangkan karena tidak baik bagi kesehatan tubuh.
Menurut Nikmahtul, sahur berperan penting dalam menjaga stabilitas energi sepanjang siang hari. Tanpa persiapan asupan yang memadai sejak sahur, tubuh berisiko lebih cepat lemas saat berpuasa.
“Jadi ibarat kata, sahur adalah alat perang kita saat menjalani puasa. Kalau kita tidak membawa alat tempur yang memadai, kita bisa-bisa gugur saat puasa. Fungsi sahur itu untuk menjaga stabilitas energi di siang hari,” jelasnya, Rabu 18 Februari 2026.
Nikmahtul menyarankan menu sahur mengandung serat dan protein tinggi. Asupan tersebut dinilai dapat membantu menjaga kadar gula darah tetap stabil sekaligus memberikan rasa kenyang lebih lama selama beraktivitas. Ia juga mengingatkan agar konsumsi minuman berkafein saat sahur dibatasi karena dapat meningkatkan risiko kehilangan cairan tubuh.
Sementara itu, waktu berbuka puasa memiliki peran berbeda, yakni sebagai fase pemulihan tubuh setelah seharian menahan lapar dan dahaga. Menurut Nikmahtul, fokus utama saat berbuka adalah rehidrasi serta pengembalian kadar gula darah.
Nikmahtul menyarankan masyarakat mengawali berbuka dengan air putih, kemudian dilanjutkan dengan mengonsumsi buah-buahan dengan kandungan air tinggi seperti semangka, melon, dan jeruk. Selain itu, kurma juga dianjurkan karena mengandung gula alami yang dapat membantu memulihkan energi tanpa menyebabkan lonjakan gula darah yang berlebihan.
“Kurma mengandung glukosa dan fruktosa alami yang cepat mengembalikan kadar gula darah, tetapi tidak melonjak tinggi karena ada serat yang ada pada kurma,” ujar Nikmah.
Meski sahur disebut sebagai momen krusial, Nikmahtul menegaskan sahur dan berbuka puasa sama-sama penting. Keduanya perlu dipenuhi dengan distribusi nutrisi yang seimbang agar tubuh mampu menjalani puasa dengan optimal.
“Kalau hanya salah satunya saja tidak bisa. Dua-duanya harus tercukupi, meskipun yang menjadi senjata utama untuk menjalani puasa tetap sahur,” ujarnya. (UF)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....