Sunnah Hari Raya Idul Fitri yang Dianjurkan, Seperti Apa?
- 29 Mar 2025 23:20 WIB
- Madiun
KBRN, Madiun : Umat Islam akan segera merayakan hari kemenangan yakni Idul Fitri 1446 Hijriyah, usai menjalan ibadah puasa ramadan. Momen lebaran tentu menjadi momen istimewa dan dinantikan, lalu adapun sejumlah hal yang dianjurkan untuk dilakukan untuk menyambut dan merayakan hari raya Idul Fitri, agar tetap bernilai pahala.
Melansir dari berbagai sumber, berikut sunnah yang dilakukan oleh Rasulullah SAW yang patut untuk kita teladani bersama:
1. Membersihkan diri/ mandi.
Seperti tertuang dalam HR. Al-Baihaqi, 3:278, dan diriwayatkan oleh Ali Bin Abi Thalib, bahwa menjelaskan terkait mandi sunnah yakni mandi pada hari Jumat, Arafah, Idul Adha, dan Idul Fitri. Untuk itu sangat disunnahkan untuk, mandi sebelum berangkat salat Idul Fitri.
2. Menggunakan pakaian terbaik dan berhias.
Berhias dan berpenampilan sebaik mungkin saat momen hari raya Idul Fitri tentu akan menampakan kebahagiaan pada hari yang penuh berkah itu. Ada juga riwayat dari Jabir radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memiliki jubah khusus yang beliau gunakan untuk Idul Fithri dan Idul Adha, juga untuk digunakan pada hari Jum’at.” (HR. Ibnu Khuzaimah dalam kitab shahihnya, 1765). Diriwayatkan pula dari Al-Baihaqi dengan sanad yang shahih bahwa Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma biasa memakai pakaian terbaik di hari Idul Fitri.
3. Sebelum salat Idul Fitri, dianjurkan untuk makan.
Saat hari raya Idul Fitri, maka umat Islam diharamkan untuk menjalankan puasa. Rasulullah SAW menyantap kurma dalam jumlah ganjil, sebelum beliau berangkat untuk melaksanakan salat Idul Fitri. Dalam hadist Ahmad dan Bukhari disampaikan bahwa “Pada waktu Idul Fitri Rasulullah saw. tidak berangkat ke tempat shalat sebelum memakan beberapa buah kurma dengan jumlah yang ganjil.” (HR. Ahmad dan Bukhari)
4. Memperbanyak Takbir
Pada surah Al- Baqarah ayat 185 :
syahru ramadlânalladzî unzila fîhil-qur'ânu hudal lin-nâsi wa bayyinâtim minal-hudâ wal-furqân, fa man syahida mingkumusy-syahra falyashum-h, wa mang kâna marîdlan au ‘alâ safarin fa ‘iddatum min ayyâmin ukhar, yurîdullâhu bikumul-yusra wa lâ yurîdu bikumul-‘usra wa litukmilul-‘iddata wa litukabbirullâha ‘alâ mâ hadâkum wa la‘allakum tasykurûn
Artinya: Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu serta pembeda (antara yang hak dan yang batil). Oleh karena itu, siapa di antara kamu hadir (di tempat tinggalnya atau bukan musafir) pada bulan itu, berpuasalah. Siapa yang sakit atau dalam perjalanan (lalu tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya) sebanyak hari (yang ditinggalkannya) pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu agar kamu bersyukur.
Melalui firman Allah SWT tersebut, kita sebagai umat Islam dianjurkan untuk mensyukuri ramadan yang sudah sempurna dengan memperbanyak takbir.
5. Melewati jalan yang berbeda ketika hendak berangkat salat Idul Fitri.
Melewati jalan pulang dan pergi yang berbeda merupakan sunnah Rasulullah SAW. Sunnah ini dimaksudkan agar saat pergi dan pulang, umat Islam dapat lebih banyak bertemu orang-orang yang juga hendak melaksanakan sholat Ied sehingga dengan begitu sekaligus akan memperluas tali silaturahmi.
6. Bertahniah
Saat lebaran dianjurkan untuk saling memberikan selamat atas kebahagiaan di hari yang istimewa dan penuh keberkahan itu, sekaligus menjadi momen untuk saling memaafkan satu sama lain. Seperti memberikan ucapan “taqabbalallahu minna wa minkum”.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....